DPR Usulkan Bentuk TNI Angkatan Cyber untuk Lawan Perang Teknologi

DPR Usulkan Bentuk TNI Angkatan Cyber untuk Lawan Perang Teknologi

SHARE
Foto Panglima TNI (Purn) Gatot Nurmantyo untuk Dirgahayu HUT TNI ke-72 lalu

JAKARTA – Anggota Komisi I DPR Sukamta mengusulkan pasukan khusus disebut Cyber Army atau Angkatan Cyber. Bagi Sukamta, Angkatan Cyber perlu di era saat ini.

“Ini sudah saya surakan sejak tahun 2014, perkembangan cyber di dunia pertahanan,  cyber sudah masuk dalam tahap yang sangat signifikan seblum senjata konvensional turun biasanya sudah didahului dengan cyber.  Saya berharap TNI kita masuk kesitu, tetapi kita lihat dr apa yg dilaporkan dan diproyeksikan belum ada soal cyber ini ke dalam program kerja,” kata Sukamta di Nusantara II, Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (23/1/2019) kemarin.

“TNI tak hanya mendiik prajuritnya tetapi ada angkatan khusus. Bahkan kalau perlu ada cyber army,  angkatan laut, darat,  udara ada cyber. Karena sekarang ini (cyber) ada dunia sendiri. Di situ ada komunitasnya dan ada perangnya.  Ini ga cukup disrahkan kepada kominfo,” jelas Sukamta.

Politisi PKS ini berharap, pihak TNI agak progresif terkait cyber. Sebab, perang cyber akan menentukan kemampuan perang Indonesia di masa akan depan.

Melawan perang teknologi, tak cukup di ditangani oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi. Apalagi, beberapa tahun ini banyak kasus hoax yang menyerang bangsa ini.

“Masa negara bicara hoax terus menerus,  5 tahun kita bicara hoax ga selesai-selesai menjadi perbincangan diskusi terus saja,  yang sangat esensial adalah perang cyber ini, jauh lebih esensial dari hoax,” terangnya.

Sukamta mencontohkan, bagaimana dilumpuhkannya senjata Saddam Hussien dalam 2 hari, melalui cyber sebelum turun pasukan realnya. Saddam Hussein pun kalah oleh perang cyber sehingga tidak ada perlawanan.

“Jangan sampai TNI kita yang dikenal canggih, hebat, ditakuti banyak negara hancur gara-gara cyber. Kalau dulu kita bisa gerilya masuk ke dalam hutan, bisa sembunyi, tetapi semua gerilyawan sekarang bisa dideteksi dan ditembak dari angkasa,” pungkasnya. (AN)

Facebook Comments
Baca juga :   BKSAP DPR Ajak Mahasiswa Australia Kembali ke Indonesia Berpolitik Bersih