Habib Aboe Ingatkan BNN: Belanja Alat Mahal Harus Relevan Hadapi Narkoba Jenis Baru
JAKARTA – Penggunaan anggaran negara dalam perang melawan narkoba kembali menjadi sorotan DPR RI. Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi mengingatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) agar belanja peralatan laboratorium bernilai besar benar-benar menjawab tantangan nyata peredaran narkotika generasi baru di Indonesia.
Peringatan tersebut disampaikan Habib Aboe dalam Rapat Kerja Komisi III DPR RI bersama Kepala BNN Suyudi Ario Seto serta para Kepala BNN Provinsi se-Indonesia di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Dalam rapat itu, Habib Aboe menyoroti rencana pengadaan sarana drug signature analysis dengan nilai mencapai Rp55,74 miliar, yang menyerap hampir 93 persen anggaran bidang laboratorium BNN. Menurut Habib Aboe, konsentrasi anggaran sebesar itu harus dibarengi dengan kepastian manfaat dan kemampuan teknis alat yang akan dibeli.
“Ini usulan tunggal dengan nilai sangat besar. Pertanyaannya, apakah alat ini sudah mampu membaca dan mengidentifikasi varian narkotika terbaru yang beredar di masyarakat?” tegas Habib Aboe.
Legislator dari Daerah Pemilihan Kalimantan Selatan I itu secara khusus menyinggung maraknya New Psychoactive Substances (NPS) serta tren penyalahgunaan Whip Pink (N2O) yang kini mulai digemari kalangan remaja. Ia khawatir, tanpa kesiapan teknologi yang adaptif, laboratorium BNN akan tertinggal dari pola kejahatan narkotika yang terus berkembang.
“NPS itu berubah cepat. Whip Pink juga mulai nge-trend karena efek euforia. Jangan sampai alat yang dibeli mahal tapi tidak mampu mendeteksi ancaman yang sedang dan akan dihadapi,” ujarnya.
Selain aspek teknis, Habib Aboe juga menekankan pentingnya ketegasan penegakan hukum sebagai bagian dari strategi pencegahan. Menurutnya, publik perlu melihat kehadiran negara secara nyata dalam memberantas peredaran narkoba, terutama terhadap jaringan pengedar.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa ketegasan harus tetap berjalan dalam koridor hukum.
“Penindakan tegas itu perlu dan harus terlihat. Tapi tentu tetap sesuai aturan dan undang-undang. Jangan sampai karena lengah, kita memberi ruang bagi narkoba merusak generasi muda,” kata Habib Aboe.
Melalui pengawasan ini, Habib Aboe berharap BNN tidak hanya fokus pada serapan anggaran, tetapi juga memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar efektif dalam menghadapi kompleksitas ancaman narkotika modern.
Ia menegaskan, DPR RI akan terus mengawal kebijakan dan anggaran BNN agar sejalan dengan kebutuhan lapangan serta tujuan besar menyelamatkan masa depan generasi bangsa.