Hari Anak Nasional, Netty Ajak Semua Pihak Wujudkan Lingkungan Aman dan Sehat untuk Anak

JAKARTA — Dalam momentum peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2025, Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama mewujudkan lingkungan aman, sehat, dan ramah bagi tumbuh kembang anak-anak Indonesia.

“Anak-anak adalah aset masa depan bangsa. Momentum Hari Anak Nasional ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa investasi terbaik suatu negara adalah memastikan anak-anak tumbuh sehat, cerdas, dan bahagia,” ujar Netty dalam keterangannya, Rabu (23/7).

Netty yang konsisten mengawal isu perempuan dan anak menilai, pemerintah telah menunjukkan komitmen melalui berbagai program, seperti percepatan penurunan stunting, perluasan layanan kesehatan anak, serta penguatan perlindungan sosial bagi keluarga.

“Kita mengapresiasi langkah-langkah pemerintah dalam memperkuat layanan dasar bagi anak dan keluarga. Kerja-kerja ini harus terus ditingkatkan dengan dukungan berbagai pihak, baik dari legislatif, akademisi, organisasi masyarakat, hingga sektor swasta,” jelas politisi PKS ini.

Netty juga menyoroti sejumlah tantangan kekinian yang dihadapi anak-anak Indonesia, seperti meningkatnya dispensasi nikah yang berdampak pada pola pengasuhan dan kesiapan mental anak, serta masih bebasnya konten pornografi di ruang digital yang dapat merusak karakter generasi muda.

“Dispensasi nikah pada usia anak harus mempertimbangkan aspek kesiapan fisik, psikis, dan kualitas pengasuhan. Negara perlu hadir dengan regulasi yang tegas dan edukasi yang masif,” ujarnya.

“Regulasi konten digital sangat diperlukan guna memberikan pelindungan pada anak-anak agar tidak terpapar pornografi dan kekerasan yang dapat berdampak pada penyimpangan perilaku.”

Selain itu, Netty menyoroti tingginya angka perokok anak yang masih menjadi tantangan serius di sektor kesehatan masyarakat.

“Iklan rokok yang terselubung, kemasan yang menarik, serta lemahnya pengawasan menjadi faktor yang perlu diintervensi secara strategis. Anak-anak harus dibebaskan dari jerat adiksi nikotin,” tegasnya.

Di sisi lain, Netty juga menyampaikan apresiasi terhadap meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya olahraga dan pola hidup sehat, baik dalam keluarga maupun di kalangan anak-anak.

“Kita melihat tren positif di berbagai daerah, di mana keluarga mulai aktif berolahraga bersama, dan anak-anak terlibat dalam aktivitas fisik yang bermanfaat bagi tumbuh kembang mereka. Ini harus terus didorong sebagai bagian dari gaya hidup sehat sejak dini,” katanya.

Menurut Netty, tantangan perlindungan anak saat ini semakin kompleks, termasuk maraknya kekerasan berbasis digital, perundungan, ketimpangan akses pendidikan dan gizi di beberapa daerah serta kasus-kasus pengabaian pengasuhan anak dalam keluarga.

“Kita semua harus mengambil peran strategis dalam tumbuh kembang anak. Keluarga sebagai benteng pertama, sekolah sebagai ruang tumbuh, dan negara sebagai pelindung utama. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk menciptakan Indonesia yang layak anak,” tambahnya.

“Semoga Hari Anak Nasional ini menjadi penyemangat bagi kita semua untuk menghadirkan ruang tumbuh yang semakin baik bagi setiap anak Indonesia, tanpa terkecuali,” tutupnya.

 

Facebook Comments Box