Idul Fitri 1447 H: Menteri Mukhtarudin Ajak Pererat Silaturahmi dan Maaf-memaafkan
JAKARTA – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menyampaikan pesan hangat dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang jatuh pada tahun 2026.
Didampingi sang istri Siti Marwiyah Menteri Mukhtarudin mengajak seluruh masyarakat Indonesia, khususnya para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di seluruh dunia, untuk menjadikan momen suci ini sebagai ajang memperkuat persaudaraan.
Dalam kartu ucapan resminya, Menteri Mukhtarudin menekankan pentingnya nilai pengampunan dan kerukunan di hari kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Pesan Kemenangan dan Keberkahan
Menteri yang dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada September 2025 ini menyoroti bahwa Idul Fitri adalah waktu yang tepat untuk merefleksikan diri dan membangun kembali hubungan yang harmonis antarsesama.
“Di hari suci ini, mari saling memaafkan dan mempererat silaturahmi. Semoga Allah melimpahkan berkah dalam setiap langkah kita,” tutur Menteri Mukhtarudin.
Pesan ini selaras dengan komitmennya selama menjabat untuk selalu hadir bagi para pekerja migran, yang ia sebut sebagai “pahlawan devisa” dan “penguat ekonomi keluarga”. Beliau berharap semangat Idul Fitri dapat memberikan ketenangan dan kebahagiaan bagi para PMI yang merayakan lebaran jauh dari keluarga di tanah air.
Harapan untuk Indonesia
Melalui momentum Lebaran 1447 H ini, Menteri Mukhtarudin juga menyampaikan harapan agar bangsa Indonesia senantiasa diberkati dengan kedamaian dan kemajuan. “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin,” tutupnya dalam pesan tersebut.
Sebagai informasi, sejak menjabat, Mukhtarudin terus melakukan transformasi pada kementeriannya (yang sebelumnya berbentuk Badan/BP2MI) untuk meningkatkan kualitas pelindungan bagi para pekerja migran dari hulu hingga hilir.
Kutipan Khusus Menteri Mukhtarudin:
“Idul Fitri bukan sekadar perayaan, melainkan momen untuk kembali ke fitrah dengan hati yang bersih. Bagi saudara-saudara kita para Pekerja Migran Indonesia yang berada di luar negeri, semoga berkah Idul Fitri tetap terasa hangat meski jauh dari kampung halaman. Mari kita jaga solidaritas dan terus melangkah maju demi Indonesia yang lebih sejahtera.”
Apakah Anda ingin saya mengubah gaya penulisan berita ini menjadi lebih formal untuk rilis media atau lebih santai untuk konten media sosial?