Ketua BAZNAS Sodik Mudjahid Terima Presiden dan Kabinet Tunaikan Zakat di Istana, Ada Rp3,8 Miliar Dana Terhimpun

 Ketua BAZNAS Sodik Mudjahid Terima Presiden dan Kabinet Tunaikan Zakat di Istana, Ada Rp3,8 Miliar Dana Terhimpun

JAKARTA – Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan jajaran pemerintah untuk menunaikan kewajiban zakat. Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan para menteri Kabinet Merah Putih menyerahkan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam kegiatan yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Sabtu (14/3/2026).

Kegiatan yang dikemas dengan tema “Zakat Menguatkan Indonesia” tersebut merupakan bagian dari rangkaian agenda sidang kabinet paripurna. Dalam acara tersebut, Presiden, Wakil Presiden, serta para pejabat negara menunaikan zakat secara simbolis melalui konter zakat yang disiapkan BAZNAS.

Ketua BAZNAS, Sodik Mudjahid, menerima langsung penyerahan zakat dari Presiden dan jajaran kabinet. Ia juga memimpin doa bagi para muzaki sebagai bagian dari tugas amil dalam memberikan pelayanan zakat sesuai syariat.

Menurut Sodik, dalam kegiatan tersebut tercatat sebanyak 111 muzaki dari kalangan pejabat negara yang menunaikan zakat melalui BAZNAS dengan total dana yang terkumpul mencapai lebih dari Rp3,8 miliar.

“Alhamdulillah pada hari ke-23 Ramadan ini kami menerima secara simbolis pembayaran zakat dari Bapak Presiden, Bapak Wakil Presiden, serta jajaran kabinet. Ini menjadi momentum yang sangat penting bagi penguatan gerakan zakat nasional,” ujar Sodik.

Ia menjelaskan, pada Ramadan 2026 BAZNAS menargetkan penghimpunan zakat sebesar Rp515 miliar sebagai bagian dari target pengumpulan zakat nasional melalui BAZNAS pusat sebesar Rp1,4 triliun pada tahun ini.

Secara nasional, BAZNAS menargetkan pengelolaan zakat mencapai Rp66 triliun yang dihimpun bersama lembaga zakat di seluruh Indonesia. Sementara pada momentum Ramadan tahun ini, potensi penghimpunan zakat secara nasional diperkirakan dapat mencapai sekitar Rp6 triliun melalui lebih dari 760 lembaga pengelola zakat, baik BAZNAS maupun lembaga amil zakat lainnya.

Sodik berharap keteladanan Presiden dan Wakil Presiden dalam menunaikan zakat dapat menjadi inspirasi bagi pejabat negara, pelaku usaha, serta masyarakat luas untuk meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menegaskan pentingnya peran BAZNAS dalam mengelola potensi ekonomi umat melalui sistem pengelolaan zakat yang profesional dan terintegrasi.

“Dengan kita memberi contoh menunaikan zakat, ini menunjukkan peran penting BAZNAS. Lembaga keuangan dan ekonomi dari organisasi keagamaan perlu kita koordinasikan dan kita konsolidasikan agar potensi ekonomi bangsa dapat dimanfaatkan secara efektif,” ujar Prabowo.

Acara tersebut turut dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar, para menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga negara, serta jajaran pimpinan BAZNAS. Kehadiran para pejabat negara tersebut sekaligus menjadi simbol dukungan terhadap penguatan gerakan zakat sebagai instrumen kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan di Indonesia.

Facebook Comments Box