Ketua Komisi III DPR: Kasus Penistaan Agama Ahok Makin Rumit!

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (foto: dpr.go.id)
JAKARTA, Lintasparlemen.com – Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi Golkar Bambang Soesatyo menilai kasus dugaan penistaan agama yang menyeret nama Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok persoalaannya menjadi sangat kompleks.
Menurut Bamsoet, begitu biasa disebut sapaan Bambang Soesatyo, bahwa kompleksitas permasalahan Ahok itu tak terhindarkan karena kasus itu memasuki wilayah politik, dengan dikaitkan pada pemilihan gubernur DKI 2017 mendatang.
Karena itu, Bamsoet meminta baik kepada masyarakat juga Polri menghadapi masalah ini dengan adil, arif bijaksana penuh rasa keadilan untuk semua.
“Untuk itu, kita mengingatkan Pemerintah termasuk penegak hukum, khususnya Polri bisa bersikap adil, arif dan bijaksana dalam mengelola persoalan ini yang menjadi perhatian masyarakat luas hingga saat ini,” kata Bamsoet saat dihubungi Lintasparlemen, Jakarta, Ahad (13/11/2016) kemarin.
Untuk itu, usulnya, semakin cepat kasus Ahok dituntaskan melalui musyawarah mufakat maka akan jauh lebih baik. Apalagi kasus ini disebut sangat ‘ribet’ dan terasa semakin rumit karena masyarakat disuguhkan dagelan politik untuk menduga-duga siapa aktor politik yang dituding menunggangi kerusuhan 4 November 2016 lalu itu.
“Tantangan bersama usai demo 4 November kemarin itu yakni bagaimana untuk segera memulihkan kondusifitas terhadap isu yang ada merebak di tengah masyarakat. Dan kondisi sekarang ini sangat terasa kurang nyaman karena berbagai elemen masyarakat terlibat dalam aksi saling tuduh dan saling melaporkan,” papar alumni aktivis HMI ini.
“Situasi seperti itu hendaknya tidak dibiarkan berlarut-larut tanpa upaya penyelesaian segera. Kompleksitas permasalahan yang mengemuka akhir-akhir ini harus dilokalisir pada persoalan pokoknya, dan jangan dibiarkan melebar.”
Persoalan selanjutnya, terangnya, pemerintah, penegak hukum dan masyarakat dihadapkan dengan masalah besar. Karena dengan adanya kasus penistaan agama yang dihubung-hubungkan dengan pihak mendanai aksi demo 4 November. Dan tudingan aktor politik yang menunggangi rusuh pascademo 4 November lalu itu.
“Karena itu, untuk menyelesaikan ini semua, pihak yang berkepentingan untuk mau menahan diri dan proporsional menyikapi situasi yang perkembangan saat ini,” pungkasnya. (HMS)