Komisi I DPR RI Berduka atas Gugurnya Kabinda Papua dan Prajurit TNI...

Komisi I DPR RI Berduka atas Gugurnya Kabinda Papua dan Prajurit TNI Awak Kapal Selam KRI Nanggala

BERBAGI
Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari (foto:dpr)

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari turut berduka dengan kabar Gugurnya salah satu putra terbaik Badan Intelejen Negara,  Kabinda Papua, Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Nugraha Karya yang gugur dalam tugas mulia di bumi cendrawasih dan pernyataan resmi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang memastikan 53 awak kapal selam KRI Nanggala telah gugur.

“ini merupakan kabar duka kembali dari tanah air kita, salah satu putra terbaik kita Kepala BIN Daerah Papua yang sedang melaksanakan tugas untuk meninjau lokasi pembakaran SD dan sejumlah rumah penduduk yang dilakukan KKB di Beoga, Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Selanjutnya keterangan resmi Panglima TNI semua Prajurit KRI Nanggala telah gugur.
Ini jelas duka mendalam untuk keluarga besar BIN dan TNI serta seluruh rakyat Indonesia, saya berharap keluarga besar diberikan kesabaran dan ketabahan .” Jelas Kharis dalam keterangan pers kepada media Ahad 25 April 2021.

Anggota DPR asal Fraksi PKS memastikan dukungan langkah terukur dan tegas harus dilakukan oleh Polri, TNI dan BIN untuk tetap teguh menjaga NKRI dari rongrongan separatisme di Papua.

“Saya sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI  menyatakan  mendukung penuh langkah Panglima TNI mengatasi KKB di Papua  yang  tegas dan terukur demi penegakan hukum bersama dengan BIN dan Polri bahu membahu tuntas untuk NKRI,” ujarnya.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera asal Solo ini juga menyatakan bahwa TNI, Polri dan BIN telah mengambil tindakan profesional, jadi ia berharap dunia internasional agar dapat melihat secara proporsional masalah di Papua sebagai upaya penegakan hukum.

“Prajurit TNI-POLRI banyak sudah gugur di Papua hari ini sekali lagi salah satu putra terbaik NKRI, dunia internasional juga harus membuka mata dan melihat persoalan di Papua ini dengan lebih obyektif. Dengan kejadian ini kita harap peran diplomasi terkait masalah Papua juga penting untuk lebih ditingkatkan. NKRI dan seluruh tanah air dari ujung timur sampai barat adalah wilayah kedaulatan yang wajib di hormati semua negara. Jangan sampai ada intervensi Internasional dalam masalah dalam penegakan hukum di Indonesia,” jelas Kharis.

Kharis juga mendukung penuh terhadap anggaran pertahanan dalam pemeliharaan dan perawatan(harwat) serta peremajaan alutsista yang harus sesuai dengan perencanaan sehingga alutsista berfungsi dengan baik.

“Kami di Komisi 1 akan mendukung penuh upaya bersama semua Mitra terkait untuk perbaikan alutsista kedepan dan berharap semua Prajurit yang gugur agar dinaikkan pangkatnya sebagai penghormatan negara,” tutup Kharis. (fajar)

Facebook Comments