Lapas Tangerang Terbakar, Habib Aboe: Perlu Langkah Tanggap Darurat Beri Pertolongan 73...

Lapas Tangerang Terbakar, Habib Aboe: Perlu Langkah Tanggap Darurat Beri Pertolongan 73 Orang Terluka

BERBAGI
Anggota Komisi III DPR ini Habib Aboe Bakar Alhabsyi

JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya 41 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tangerang, Banten. Habib Aboe menyayangkan kebakaran tersebut terjadi.

“Saya menyampaikan duka yang mendalam atas wafatnya 41 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tangerang, Banten, dalam kebakaran tadi pagi. Kita sangat menyayangkan terjadinya kebakaran tersebut dan meminta aparat keamanan untuk melakukan penyelidikan yang mendalam terhadap penyebab kebakaran lapas tersebut,” kata Habib Aboe pada wartawan Lintas Parlemen, Rabu (8/9/2021).

Sebagai Anggota Komisi III DPR RI, ia minta Dirjend PAS segera membuat langkah tanggap darurat untuk memberikan pertolongan terharap 73 warga binaan yang terluka. Habib meminta memberikan perawatan terbaik para penghuni lapas.

“Mereka para warga binaan diberi perawatan di rumah sakit, di rawat di klinik, maupun yang masih berada di lapas,” ujar Sekjen PKS ini.

Ia mendorong Dirjen PAS juga perlu segera memberikan kabar kepada keluarga warga binaan mengenai kondisi keluarga mereka. Selain itu, ia menyarankan dibuat Call Centre oleh Lapas Kelas 1 Tanggerang, agar masyarakat bisa mengupdate kondisi keluarga tanpa mendatangi lapas.

“Dengan demikian dapat dihindari terjadinya kerumunan di lokasi Lapas Tanggerang,” terangnya.

Politisi menyampaikan, perlu pengaturan secara khusus untuk prosedur indentifikasi dan pengembalian jenazah yang meninggal agar protokol Kesehatan tetap terjaga dengan baik. Pengaturan ini diperlukan agar pengambilan jenazah tidak menimbulkan antrian atau kerumuan.

“Dirjen PAS perlu melakukan penyelidikan mengenai penerapan SOP penanganan kebakaran di lapas. Harus dilakukan audit, bagaimana sebenarnya kejadian kebakaran ini, dan kenapa sangat banyak korban yang meninggal dunia, apakah memang ada SOP yang tidak dilakukan, ataukah ada kelalaian dari petugas yang menyebabkan warga binaan tak tertolong,” jelas Habib Aboe.

Di sisi lain, lanjutnya, Dirjend PAS perlu mengevaluasi SOP evakuasi lapas jika terjadi kebakaran. Seharusnya ada pola mitigasi yang bisa dilakukan, sehingga jika terjadi kebakaran di lapas tidak akan memakan korban sebanyak ini.

“Apalagi banyak lapas di Indonesia yang mengalami over kapasitas,” pungkasnya. (HMS)

Facebook Comments