Menarik! Golkar Bali Tunggu Keputusan DPP Terkait Status Anak Ketua PSI Bali di Fraksi Golkar
DENPASAR – Ketua DPD I Partai Golkar Bali Gde Sumarjaya Linggih (Demer) menyatakan pihaknya masih menunggu keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar terkait status I Putu Sika Adi Putra yang hingga kini masih menjabat sebagai anggota DPRD Badung dari Fraksi Golkar.
Demer tanggapi itu karena berita itu menjadi sorotan mengingat Sika merupakan putra dari I Wayan Suyasa yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia Bali.
Menurut Demer, hingga saat ini belum ada keputusan resmi dari DPP Golkar mengenai langkah yang akan diambil terhadap posisi Sika di partai berlambang pohon beringin tersebut.
“Belum ada update dari pusat. Saat ini beliau masih di Golkar dan katanya sudah dipanggil oleh DPD Badung. Dari informasi yang kami terima, beliau menyatakan tetap di Golkar dan siap bersama Golkar. Mudah-mudahan itu benar,” kata Demer kepada Lintas Parlemen, Denpasar, Selasa (17/3/2026).
Politikus senior yang saat ini masih menjadi anggota DPR RI itu menegaskan, pihaknya sudah melaporkan persoalan itu kepada pengurus pusat dan kini tinggal menunggu arahan lebih lanjut dari DPP Partai Golkar.
Lebih lanjut, Demer menjelaskan, saat ini DPP Golkar masih fokus pada agenda konsolidasi internal partai, termasuk pelaksanaan musyawarah daerah (musda) di sejumlah provinsi.
“Kami sudah laporkan ke pusat dan keputusan ada di sana. Saat ini DPP juga masih sibuk dengan agenda musda di beberapa provinsi, jadi masih menunggu,” jelasnya.
Meski demikian, Demer mengaku tetap menghargai pernyataan komitmen yang disampaikan Sika untuk tetap bersama Partai Golongan Karya. Ia menilai loyalitas tersebut nantinya akan terlihat seiring waktu.
“Kalau memang tetap di Golkar, waktu yang akan membuktikan. Dari situ akan terlihat mentalnya sampai di mana, karakternya seperti apa, baik karakter anaknya maupun bapaknya,” terangnya.
Sebelumnya, Demer sempat menyarankan agar Sika mempertimbangkan untuk mundur dari Partai Golkar demi menjaga etika politik, mengingat ayahnya kini memimpin PSI Bali setelah sebelumnya juga berasal dari Golkar.
“Secara etika, kalau bapaknya sudah ke PSI, seharusnya lebih elegan kalau mengundurkan diri. Itu akan menunjukkan kualitas dalam berpolitik,” ujarnya.
Demer juga menjelaskan, dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar terdapat ketentuan yang pada prinsipnya tidak mendorong anggota keluarga berada di partai berbeda dalam wilayah daerah pemilihan yang sama.
“Kalau di kami itu dalam satu dapil tidak diperbolehkan, kecuali berbeda dapil. Misalnya kalau dapilnya di daerah lain seperti Lombok tidak masalah. Yang kami maksud adalah dapil DPR RI yang menjadi wilayah politik kami,” jelasnya.
Karena itu, Golkar Bali kini memilih menunggu keputusan resmi dari DPP Golkar untuk menentukan langkah organisasi selanjutnya terkait posisi Sika di partai tersebut.