Mercy Barends Tergabung di Koalisi Parliamentarians for a Fossil-Free Future: Transisi Energi Fosil Adalah Keharusan Hak Asasi bagi Perempuan
JAKARTA – Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP Mercy Barends yang juga tergabung dalam koalisi Parliamentarians for a Fossil-Free Future, menyampaikan pesan kuat dalam rangka memperingati Bulan Perempuan Internasional (International Women’s Month).
Mercy menegaskan, situasi lingkungan saat ini bukan sekadar masalah ekologi, melainkan krisis sosial yang mendalam.
“Krisis iklim adalah ancaman terbesar bagi hak dan martabat perempuan di generasi kita,” kata Mercy Barends seperti dikutip di Instagram miliknya, Senin (23/3/2026).
Sebagai srikandi parlemen, ia percaya bahwa anggota legislatif adalah penjaga hak-hak tersebut. Ia menegaskan bahwa transisi meninggalkan bahan bakar fosil bukan hanya mandat iklim, melainkan keharusan hak asasi manusia. Menurut Mercy, perempuan adalah arsitek masa depan di mana energi hadir untuk membebaskan, bukan mengeksploitasi.
“Saat kita meninggalkan era ekstraksi, kita membangun dunia yang akhirnya menghormati kehidupan, kerja keras, dan kepemimpinan setiap perempuan,” tambahnya.
Senada dengan visi tersebut, ditegaskan pula bahwa perempuan tidak hanya berada di garis depan krisis iklim, tetapi mereka jugalah yang memimpin solusi. Meninggalkan bahan bakar fosil bukan hanya prioritas iklim, tetapi hak, martabat, dan keadilan.
Di Bulan Perempuan Internasional ini, dukungan penuh diberikan kepada para perempuan anggota parlemen seperti Mercy Barends yang tengah mendorong masa depan bebas bahan bakar fosil.