Penambangan Ilegal di Gunung Kuda, Cipanas Dukupuntang, Cirebon Makan Korban, KH Maman Sampaikan Duka Mendalam 14 Orang Meninggal Dunia
JAKARTA – Innalillahi Wainnailaihi Raji’un. Aktivitas penambangan ilegal di Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat kini kembali memakan korban jiwa.
Kali ini, ada 14 orang dilaporkan tewas akibat insiden longsor yang terjadi pada Jumat (30/05/2025). Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB.
Saat kejadian, para pekerja tengah melakukan aktivitas penggalian. Hal itu memicu reaksi keras anggota Komisi VIII DPR RI, KH Maman Imanulhaq.
KH Maman menyatakan keprihatinan atas kejadian itu. KH Maman mengaku geram atas kelalaian yang terus terjadi di lokasi tambang ilegal tersebut.
“Gunung Kuda itu sudah berkali-kali diperingatkan karena rawan longsor. Tapi tetap saja aktivitas tambang ilegal terus berjalan tanpa pengawasan. Sekarang nyawa kembali melayang, harus ada tindakan tegas untuk menghentikannya,” kata KH Maman kepada wartawan, Jakarta, Sabtu (41/5/2025).
Untuk itu, Kiai Maman mendesak pemerintah pusat hingga daerah agar segera menutup seluruh aktivitas penambangan yang melanggar aturan di kawasan Gunung Kuda.
Politisi PKB itu juga menegaskan perlunya kajian ilmiah untuk menentukan area yang aman sebelum dilakukan aktivitas tambang kembali.
“Saya dengan tegas meminta agar semua kegiatan penambangan di Gunung Kuda dihentikan sementara, sampai ada riset dan penelitian yang menentukan mana zona aman dan mana yang tidak,” ujarnya.
Lebih lanjut, KH Maman menilai kondisi tambang di Gunung Kuda sangat mengkhawatirkan dan membahayakan keselamatan pekerja.
“Secara kasat mata saja sudah tampak berbahaya. Penambangan dilakukan tanpa standar keselamatan yang jelas. Ini jelas sangat membahayakan,” tegasnya.
Sebagai bentuk empati, KH Maman menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Ia ingin kejadian itu bisa dicegah terulang kembali.
“Atas nama pribadi dan sebagai anggota Komisi VIII DPR RI, saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya untuk para korban dan keluarganya. Ini tragedi yang seharusnya bisa dicegah jika aturan ditegakkan,” tandasnya.