PON Bisa Ditonton Langsung, Bamsoet: Harus Berhati-hati Dampak Kebijakan yang Diambil

PON Bisa Ditonton Langsung, Bamsoet: Harus Berhati-hati Dampak Kebijakan yang Diambil

BERBAGI

JAKARTA – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta Kementerian Pemuda dan Olahraga/Kemenpora beserta pemerintah daerah/Pemda menyikapi keputusan pemerintah terkait memutuskan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2020 bisa disaksikan langsung masyarakat Papua dengan penerapan protokol kesehatan (Prokes) ketat dan menunjukkan bukti telah divaksinasi.

“Harus berhati-hati dan mempertimbangkan berbagai dampak kebijakan yang akan diambil. Pemda diharapkan bisa belajar dari kasus di negara lain yang mengalami lonjakan angka kasus covid-19 usai menyelenggarakan kegiatan, salah satunya kegiatan olahraga, yang menimbulkan kerumunan,” kata Bamsoet pada Lintas Parlemen, Senin (13/9/2021).

Untuk itu, Bamsoet berharap Kemenpora mengkaji kebiasaan masyarakat setempat yang akan menonton PON Papua 2020. Hasil kajian, lanjutnya, bisa menjadi acuan sebelum memutuskan diizinkannya masyarakat menonton langsung penyelenggaraan PON Papua.

“Kemenpora segera menyediakan fasilitas PON Papua yang sudah disesuaikan dengan Prokes. Penyelenggara PON perlu menyosialisasikan secara masif soal prosedur persyaratan mendaftarkan masyarakat yang ingin nonton langsung,” ujar Bamsoet.

Bamsoet menyampaikan, penyelenggaraan PON Papua 2020 perlu memberi pemahaman ada masyarakat agar tidak menimbulkan kerumunan orang yang berpotensi menyebabkan terbentuknya kluster baru.

“Jika penyelenggaraan PON menggunakan aplikasi PeduliLindungi, bisa dipastikan aplikasi itu bisa berjalan lancar,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia mendorong Kemenkes bersama Pemda mempercepat pemberian vaksinasi di Kota dan Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom, Merauke, dan Mimika. Baginya, pemberian vaksin, tak hanya untuk kebutuhan PON semata, juga untuk keamanan masyarakat setempat.

“Kemenpora dan Pemda perlu menjamin diselenggarakannya PON Papua 2020 berjalan lancar dan sukses, tidak menimbulkan kluster baru di antara atlet maupun kluster penonton,” pungkasnya. (HMS)

Facebook Comments