Siti Aisyah Sampaikan Ucapan Hari Raya Nyepi 1948 Saka: Ajak Masyarakat Refleksi Diri dan Jaga Kedamaian
JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI Siti Aisyah menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang jatuh pada 19 Maret 2026. Dalam pesannya, ia mengajak seluruh umat Hindu dan masyarakat Indonesia untuk menjadikan momen Nyepi sebagai waktu refleksi diri serta memperkuat kedamaian batin dan harmoni kehidupan.
Menurut Siti Aisyah, Hari Raya Nyepi bukan sekadar perayaan pergantian tahun dalam kalender Saka, tetapi juga momentum spiritual untuk membersihkan diri dari hal-hal negatif serta memulai kehidupan yang lebih baik.
“Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Rahajeng Rahina Nyepi, Dumogi Rahayu. Selamat melaksanakan Catur Brata Penyepian, yakni Amati Geni, Amati Karya, Amati Lelungan, dan Amati Lelanguan,” ujar Siti Aisyah dalam keterangannya, Kamis (19/3/2026).
Ia menekankan bahwa nilai utama dalam Nyepi adalah keheningan yang memberi ruang bagi setiap individu untuk melakukan introspeksi diri. Dalam suasana sunyi tersebut, manusia diajak untuk kembali menemukan jati diri serta memperbaiki hubungan dengan sesama dan alam semesta.
“Dalam keheningan, kita belajar mendengar suara hati. Semoga melalui Catur Brata Penyepian, kita mampu menemukan kedamaian sejati dan membersihkan pikiran dari hal-hal yang mengganggu harmoni hidup,” tuturnya.
Siti Aisyah juga berharap Tahun Baru Saka 1948 dapat menjadi awal baru yang membawa energi positif, keberkahan, serta kehidupan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Indonesia.
“Rahajeng Nyepi, Ngiring Mulat Sarira. Mari kita jadikan momentum ini sebagai titik awal untuk memperbaiki diri, memperkuat persatuan, serta menjaga kedamaian, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam hubungan dengan alam,” lanjutnya.
Menutup pernyataannya, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menanamkan nilai toleransi dan saling menghormati antarumat beragama.
“Semoga Hari Raya Nyepi membawa kesucian hati, ketenangan pikiran, serta kedamaian yang meluas tidak hanya di dalam diri, tetapi juga bagi dunia. Damai di hati, damai di dunia,” pungkasnya.