Sulaeman L. Hamzah Ingatkan Pemerintah: Surplus Beras Harus Berdampak Nyata bagi Rakyat Miskin

 Sulaeman L. Hamzah Ingatkan Pemerintah: Surplus Beras Harus Berdampak Nyata bagi Rakyat Miskin

Sulaeman L. Hamzah

JAKARTA — Melimpahnya cadangan beras nasional dinilai sebagai capaian positif pemerintah. Namun, keberhasilan tersebut diingatkan agar tidak membuat negara lengah terhadap persoalan distribusi dan akses pangan bagi masyarakat miskin.

Anggota Komisi IV DPR RI Sulaeman L. Hamzah menyampaikan apresiasinya atas peningkatan produksi dan cadangan beras nasional saat mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi IV ke Gudang Bulog Sukamaju di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (24/2/2026).

Menurutnya, upaya Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional dalam memperkuat stok pangan patut diapresiasi, terlebih dengan adanya wacana ekspor beras ke luar negeri.

“Kita tentu mengapresiasi kerja keras pemerintah yang mampu meningkatkan stok beras secara signifikan. Bahkan ada rencana ekspor, ini menunjukkan kepercayaan diri dalam produksi nasional,” ujarnya.

Meski demikian, politisi Fraksi Gerindra tersebut mengingatkan agar surplus produksi tidak menutup mata terhadap realitas sosial yang masih dihadapi sebagian masyarakat. Ia menekankan bahwa masih terdapat warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

“Produksi boleh melimpah, gudang boleh penuh, tetapi jangan sampai masih ada masyarakat yang hanya makan sekali sehari. Ini harus menjadi perhatian serius,” tegasnya.

Sulaeman menilai kebijakan pangan nasional tidak boleh semata berorientasi pada angka produksi dan cadangan, tetapi juga memastikan distribusi tepat sasaran bagi kelompok rentan. Menurutnya, keberhasilan swasembada dan rencana ekspor harus diiringi kebijakan afirmatif bagi masyarakat miskin.

Selain persoalan distribusi, ia juga menyoroti aspek kesejahteraan petani. Surplus produksi, katanya, harus mampu memberikan nilai tambah bagi petani, bukan justru menekan harga di tingkat bawah. Ia mengingatkan agar rencana ekspor mempertimbangkan daya saing harga Indonesia di pasar internasional, mengingat biaya produksi dalam negeri relatif tinggi dibanding beberapa negara lain.

“Kita harus realistis. Kalau ingin ekspor, pastikan harga kita kompetitif. Jangan sampai rencana besar ini berulang tanpa solusi konkret,” katanya.

Dalam peninjauan tersebut, Komisi IV juga melihat kondisi stok di Bulog Palembang yang melayani wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung. Ketersediaan beras dinilai dalam kondisi baik, namun terdapat stok yang telah tersimpan cukup lama dan berpotensi mengalami penurunan kualitas.

Ia mengingatkan agar stok yang mendekati batas masa simpan segera disalurkan, terutama kepada masyarakat yang membutuhkan, agar tidak menimbulkan kerugian negara.

“Kalau ada beras yang sudah hampir setahun, jangan sampai terbuang sia-sia. Lebih baik segera didistribusikan kepada masyarakat kurang mampu daripada rusak karena prosedur terlalu kaku,” ujarnya.

Komisi IV DPR RI, lanjutnya, akan terus mengawal kebijakan pangan nasional agar tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga menjamin akses pangan yang adil serta meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat berpenghasilan rendah.

Facebook Comments Box