‘Jangan Terprovokasi, Ada yang Ingin Manfaatkan Situasi dari Aksi Teroris’
Anggota DPR RI Firman Soebagyo saat salam komando dengan Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma
PATI – Firman Soebagyo selaku Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar menyampaikan rasa duka mendalam atas terjadinya aksi peledakan bom tadi pagi di 3 gereja. Dari ledakan bom itu memakan 13 korban yang tidak berdosa.
“Saya menghimbau kepada masyarakat hendaknya jangan terprovokasi dari pihak yang mencoba coba ingin memanfaatkan suasana dugaan aksi teror ini dengan sengaja mengadu domba antar umat beragama,” kata Firman saat melakukan sosialisasi 4 pilar wawasan kebangsaan yg diselenggarakan di Kec Winong Kab Pati pada hari jumat lalu kerjasama dang Kodim 0718 Pati, Ahad (13/5/2018).
Pada kesampatan yang sama Firman juga mengutuk keras terjadinya aksi teror dan pengeboman itu. Bagi Firman, tindakan teror itu merupakan tindakan biadab dan tidak berperi kemanusiaan dan tidak dibenarkan oleh ajaran agam manapun.
Firman yang saat ini sebagai Anggota Komisi II DPR RI ini menyampaikan rasa duka mendalam dan khususnya bagi para korban dan para keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan kekuatan.
“Saya meyakini, tidak ada satu agamapun yang mengajarkan untuk melakukan tindak kekerasan seperti yang dilakukan teroris seperti ini. Dan bahkan teroris adalah musuh kita semua,” Ketua Umum Ikatan Keluarga Kabupaten Pati (IKKP) ini.
“Masyarakat tetap tenang dan waspada. Saya meminta aparat keamanan dan penegak hukum segera melakukan pengusutan tuntas sampai ke akar-akar dan manindak tegas pelakunya dengan berat siapapun yang terlibat aksi teror yang menelan banyak korban, bahkan menjadi pelakunya ada anak di bawah umur. Dan ini benar-benar perbuatan yang sangat keji dan biadap,” paparnya.
Saat ini Tim Densus 88 Antiteror telah menggeledah rumah keluarga pengebom 3 gereja di Surabaya, Jawa Timur. Dan densus 88 menyita barang-barang untuk membuat bom di Surabaya .
Seperti diwartakan, pelaku berbagi peran yakni: YF dan FH (putra dari Dita S dan Puji Kuswati) membawa bom dengan sepeda motor dan diledakkan di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela.
Dita disebut-sebut membawa bom ke dalam mobil dan diledakkan di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya Jemaah Sawahan, Jl Arjuna. Sedangkan istri Dita, Puji dan dua anak perempuannya FS dan PR menggunakan bom yang diikat di pinggang dan diledakkan di GKI Surabaya. (Yusro )