Oleh: Munawir Kamaluddin, Guru Besar UIN Alaudin. Makassar Ada satu ironi yang sering luput dari kesadaran manusia, ketika doa yang seharusnya menjadi jalan menuju langit, justru dijadikan alat untuk menjatuhkan sesama di bumi. Di titik inilah, batas antara doa dan nafsu menjadi sangat tipis, bahkan nyaris tak terlihat. Bibir boleh saja melafalkan kalimat-kalimat yang tampak […]Read More
Prof. Dr. H. Munawir Kamaluddin , MA, MH, Guru Besar UIN Alaudin, Makassar, Sulsel Hari Raya Idul Fitri: Meningkatkan Iman, Taqwa, dan Profesionalisme dalam Menguatkan Soliditas Mendukung Transformasi Polri untuk Masyarakat Allahu Akbar,Allahu Akbar,Allahu Akbar, Walillahil ḥamd. Allahu Akbar Kabira, walḥamdu Lillahi Katsira, wa Subhanallahi bukratan wa Asila….. الحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات، وبفضله […]Read More
Oleh: Munawir Kamaluddin, Guru Besar UIN Alaudin, Makassar, Sulsel Ada saatnya manusia merasa lelah, bukan karena kekurangan harta, tetapi karena kehilangan arah. Ada kalanya seseorang tampak kuat di luar, namun sesungguhnya rapuh di dalam. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang serba cepat, manusia sering kali terjebak dalam rutinitas tanpa makna, berlari tanpa tahu ke mana […]Read More
Oleh: Munawir Kamaluddin, Guru Besar UIN Alaudin, Makassar, Sulsel Ada sisi Ramadhan yang sering luput dari perhatian. Ia tidak terdengar dalam lantunan tilawah yang menggema di masjid, tidak tampak dalam saf-saf shalat yang rapat, dan tidak pula menjadi sorotan dalam mimbar-mimbar khutbah. Namun justru di sanalah letak kekuatan yang menentukan, sebuah kapasitas sunyi yang bekerja […]Read More
BARABAI – Anggota MPR RI, Aboe Bakar Alhabsyi atau yang dikenal sebagai Habib Aboe, mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial melalui penunaian zakat. Hal ini disampaikannya dalam kegiatan sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Barabai, Selasa (17/3). Dalam pemaparannya, Habib Aboe menegaskan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban agama, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang sangat […]Read More
Oleh: Munawir Kamaluddin, Guru Besar UIN Alaudin, Makassar, Makassar, Sulsel Ada satu fenomena yang sering terjadi dalam kehidupan manusia, bahwasanya semakin maju peradaban, semakin kompleks pula konflik yang muncul di dalamnya. Manusia memiliki kecerdasan, memiliki teknologi, bahkan memiliki pengetahuan yang luas, namun tidak jarang hubungan sosial justru menjadi rapuh. Kata-kata menjadi keras, sikap menjadi kaku, […]Read More
Oleh: Munawir Kamauddin, Guru Besar UIN Alaudin, Makassar, Sulsel Ada satu emosi yang sangat manusiawi, tetapi sekaligus sangat berbahaya ketika tidak dikendalikan, yakni AMARAH. Ia lahir dari perasaan terluka, kecewa, tersinggung, atau merasa diperlakukan tidak adil. Pada kadar tertentu, ia adalah reaksi alami. Namun ketika amarah kehilangan kendali, ia berubah menjadi api yang membakar bukan […]Read More
Oleh: Munawir Kamaluddin, Guru Besar UIN Alaudin, Makassar, Sulsel Ada saat dalam perjalanan hidup manusia ketika ia merasa berjalan jauh, tetapi sesungguhnya belum tentu berada di jalan yang benar. Ia tampak sibuk, tetapi tidak selalu menemukan makna. Ia terlihat berhasil secara lahiriah, tetapi batinnya menyimpan kegelisahan yang sulit dijelaskan. Pada titik inilah manusia mulai menyadari […]Read More
Oleh: Munawir Jamaluddin, Guru Besar UIN Alaudin, Makassar Ada saat-saat tertentu dalam kehidupan manusia ketika langit seakan lebih dekat dengan bumi, ketika hati terasa lebih peka menangkap bisikan kebenaran, dan ketika jiwa merasakan ketenangan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Ramadhan menghadirkan momen seperti itu. Namun di antara seluruh malam yang dilaluinya, ada satu malam yang […]Read More
Oleh: Munawir Kamaluddin, Guru Besar UIN Alaudin, Makassar Ada fenomena sekaligus kenyataan yang sering luput dari perhatian manusia modern, yakni kesehtan tidak hanya berkaitan dengan tubuh, tetapi juga berkaitan dengan perilaku. Seseorang mungkin tampak sehat secara fisik, tetapi jiwanya gelisah, pikirannya tidak tenang, dan perilakunya mudah tergelincir pada tindakan yang merugikan dirinya sendiri maupun orang […]Read More