DPR Desak PBB Hentikan Konflik Gaza soal Serangan ke Prajurit TNI

 DPR Desak PBB Hentikan Konflik Gaza soal Serangan ke Prajurit TNI

Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Muhammad Husein Fadlulloh. [F Gerindra]

LP JAKARTA – Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Muhammad Husein Fadlulloh, menegaskan pentingnya kolaborasi antara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan parlemen dunia dalam menangani isu-isu kemanusiaan global, khususnya konflik di Palestina.

Ia menekankan, Indonesia tidak akan berhenti mendorong langkah konkret PBB untuk menghentikan konflik di Gaza melalui resolusi gencatan senjata permanen.

“Indonesia tidak akan berhenti mendesak PBB. Mendukung resolusi gencatan senjata permanen dan penuh di Gaza,” kata politikus Gerindra ini dalam keterangan persnya, di Jakarta, Senin, 20 April 2026.

Selain itu, Husein menegaskan komitmen Indonesia untuk terus berperan aktif dalam mendorong reformasi PBB agar menjadi lembaga yang lebih inklusif, demokratis, dan mampu memperkuat peran parlemen nasional dalam menjaga perdamaian dunia.

“Indonesia berkomitmen untuk terus menjadi mitra aktif dalam mereformasi PBB. Menjadi lembaga yang lebih inklusif, demokratis dan menghargai peran sentral parlemen nasional dalam menjaga perdamaian serta kemakmuran dunia,” ucap Husein.

Sebelumnya, BKSAP DPR RI menghadiri Sidang Umum Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-152 yang digelar di Istanbul pada 15–19 April 2026.

Dalam forum internasional yang dihadiri sekitar 150 negara tersebut, delegasi Indonesia menyuarakan keprihatinan mendalam terhadap situasi di Timur Tengah yang dinilai semakin memburuk akibat eskalasi konflik.

Partisipasi BKSAP DPR RI dalam forum tersebut menjadi bagian dari diplomasi parlemen Indonesia untuk memperjuangkan perdamaian dunia sekaligus menyuarakan kepentingan nasional di tingkat global.

Forum ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat kerja sama antarparlemen dalam menghadapi tantangan global, mulai dari konflik bersenjata, krisis kemanusiaan, hingga isu pembangunan berkelanjutan.

Ketua BKSAP DPR RI, Syahrul Aidi Maazat, turut menegaskan sikap tegas Parlemen Indonesia yang mengecam berbagai tindakan militer Israel di kawasan Timur Tengah.

Ia menyebut, tindakan tersebut tidak hanya memperparah konflik regional, tetapi juga berpotensi mengancam stabilitas global.

“Di hadapan perwakilan 150 negara, kami dari BKSAP DPR RI menyampaikan sikap atas tindakan Israel di Timur Tengah. Salah satu yang paling kami soroti adalah insiden penembakan terhadap tiga prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan UNIFIL,” kata politikus PKS ini dalam keterangannya, Sabtu, 18 April 2026.

Menurut Syahrul, serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan prinsip kemanusiaan, sehingga memerlukan respons tegas dari komunitas global.

“Israel telah merusak tatanan geopolitik, ekonomi, hingga mengganggu perdamaian dunia. Kami meminta seluruh negara untuk bersatu dan menekan Israel agar tidak membuka potensi konflik yang lebih luas,” ujarnya.

[Red]

Facebook Comments Box