Prajurit TNI Tertembak, DPR Kecam Agresi Israel di Parlemen Dunia

 Prajurit TNI Tertembak, DPR Kecam Agresi Israel di Parlemen Dunia

BKSAP DPR RI, Syahrul Aidi Maazat. [Ist]

LP JAKARTA – Kondisi di Timur Tengah dinilai semakin tidak kondusif, akibat eskalasi konflik yang terus terjadi. Bahkan, diperparah oleh tindakan militer Israel yang semakin agresif.

Termasuk insiden penembakan terhadap tiga prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian dunia United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen DPR RI (BKSAP) DPR RI, Syahrul Aidi Maazat, menilai tindakan militer Israel tidak hanya memperparah konflik regional, tetapi juga mengancam stabilitas global.

“Kami dari BKSAP menyampaikan sikap atas tindakan Israel. Salah satu yang paling kami soroti adalah insiden penembakan terhadap tiga prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan UNIFIL. Tindakan itu sudah di luar batas karena menyasar pasukan perdamaian,” kata Syahrul Aidi kepada wartawan pada Minggu (19/4).

Pernyataan tersebut disampaikan saat Syahrul Aidi bersama delegasi DPR RI menghadiri Sidang Umum Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-152 yang berlangsung di Istanbul pada 15–19 April 2026.

Forum internasional itu dihadiri sekitar 150 negara dan menjadi wadah bagi Indonesia untuk menyuarakan keprihatinan atas situasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Dalam pidato resminya di hadapan delegasi parlemen dunia, Syahrul Aidi menegaskan sikap tegas parlemen Indonesia yang mengecam berbagai tindakan militer Israel di kawasan tersebut.

Ia menilai penyerangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip kemanusiaan.

Selain insiden terhadap prajurit TNI, BKSAP DPR RI juga mengecam keras agresi militer Israel di Jalur Gaza yang hingga kini masih menjadi sasaran serangan.

Konflik berkepanjangan tersebut telah memicu krisis kemanusiaan serius, termasuk jatuhnya korban sipil dalam jumlah besar serta kerusakan infrastruktur vital.

Syahrul Aidi juga mengkritisi kebijakan terbaru pemerintah Israel yang dinilai semakin memperkeruh situasi, termasuk langkah mempersenjatai warga sipil serta pengesahan regulasi yang dianggap membuka ruang terjadinya kekerasan terhadap warga dan tahanan Palestina.

“Israel telah merusak tatanan geopolitik, ekonomi, hingga mengganggu perdamaian dunia. Kami meminta seluruh negara untuk bersatu dan menekan Israel agar tidak membuka potensi konflik yang lebih luas, bahkan hingga memicu perang dunia,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya peran forum internasional seperti IPU dalam membangun solidaritas antarnegara guna mendorong penyelesaian konflik secara damai.

Menurutnya, diplomasi parlemen menjadi salah satu instrumen strategis dalam menekan pihak-pihak yang dinilai melanggar hukum internasional.

Partisipasi BKSAP DPR RI dalam Sidang Umum IPU ke-152 disebut sebagai bagian dari diplomasi parlemen Indonesia untuk memperjuangkan perdamaian dunia serta menyuarakan kepentingan nasional di tingkat global.

[Rdh]

Facebook Comments Box