Oleh: Munawir Kamaluddin, Guru Besar UIN Alaudin, Makassar Ramadhan selalu hadir dengan wajah yang memikat. Jalan-jalan bersinar oleh lampu hias, masjid-masjid melimpah oleh jamaah, lantunan ayat dan doa memenuhi udara. Fenomena keagamaan tampak begitu hidup, begitu indah, begitu menggetarkan. Namun di balik segala yang terlihat itu, ada satu wilayah yang lebih sunyi dan lebih dalam, […]Read More
Olah: Munawir Kamaluddin, Guru Besar UIN Alauddin, Makassar Tidak semua luka berdarah.Tidak semua badai terlihat dari luar.Ada kegelisahan yang tidak bersuara, tetapi bergetar pelan di dalam dada, mengganggu tidur, mengusik doa, bahkan menyelinap di sela-sela sujud. Sebagian orang tampak baik-baik saja. Ia hadir di majelis, tersenyum di hadapan kawan, bahkan aktif dalam ibadah. Namun ketika […]Read More
Oleh:Munawir Kamaluddin, Guru Besar UIN Alaudin, Makassar Ada orang yang tampak kuat di luar, tetapi rapuh di dalam.Ada yang mudah mencintai dengan sangat dalam, lalu membenci dengan sangat tajam.Ada yang menangis bukan karena lemah, tetapi karena jiwanya kelelahan menahan badai yang tak pernah dilihat orang lain. Di antara realitas psikologis yang jarang dibicarakan secara terbuka […]Read More
JAKARTA – Memasuki hari keempat bulan suci Ramadhan 1447 H Anggota Bawaslu RI Dr. Puadi, SPd, MM menyampaikan tausyiah penuh makna tentang pentingnya menjadi pribadi yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Dalam suasana Ramadhan yang sarat nilai kepedulian dan penguatan spiritual, Puadi mengajak umat Islam untuk tidak hanya fokus pada ibadah ritual, tetapi juga memperluas dampak […]Read More
Oleh: Munawir Kamaluddin, Guru Besar UIN Alaudin, Makassar Ada manusia yang tersenyum, tetapi senyumnya adalah strategi.Ada yang memuji, tetapi pujiannya adalah jaring.Ada yang berbicara tentang kebenaran, tetapi diam-diam ia sedang menenun kepentingan. Manipulasi tidak selalu hadir dengan suara keras. Ia sering datang dengan bahasa halus, retorika indah, bahkan simbol kesalehan. Ia bukan sekadar kebohongan terang-terangan, […]Read More
Oleh: Munawir Kamaluddin, Guru Besae UIN Alaudin, Makassar, Sulsel Ada manusia yang lapar, tetapi tetap memangsa. Ada yang menahan dahaga, tetapi tidak menahan kuasa. Ada yang lisannya basah oleh zikir, namun tangannya masih kering dari keadilan. Ramadhan datang setiap tahun, tetapi tidak setiap hati benar-benar pulang. Predatory behavior adalah naluri memangsa, yakni kecenderungan memanfaatkan kelemahan […]Read More
Ramadhan & Interpersonal Exploitativeness: Menyucikan Iman dari Nafsu Menginstrumentalisasi Manusia
Oleh: Munawir Kamaluddin, Guru Besar UIN Alaudin, Makassar Ada ironi yang sering luput kita sadari, seseorang bisa begitu khusyuk berdiri di hadapan Allah, tetapi begitu ringan memanfaatkan sesama. Ia menundukkan kepala dalam doa, namun menegakkan kepentingannya di atas kelemahan orang lain. Di sinilah Ramadhan datang bukan sekadar sebagai bulan lapar dan dahaga, melainkan sebagai cermin […]Read More
Oleh: Munawir Kamaluddin, Guru Besar UIN Alaudin Ada manusia yang rajin beribadah, tetapi cara berpikirnya masih penuh prasangka. Ada yang tekun berpuasa, tetapi lisannya tetap gemar menyimpulkan tanpa data. Ada yang khusyuk tarawih, namun mudah terjebak pada kabar yang belum tentu benar. Di sinilah kita perlu bertanya dengan jujur, apakah Ramadhan hanya melatih lapar dan […]Read More
Oleh: Munawir Kamaluddin, Guru Besar UIN Alauddin, Makassar / Direktur LAPSENUSA (Lembaga Advokasi dan Pengembangan Sosial dan Ekonomi Nusantara) Ada banyak orang memasuki Ramadhan dengan tubuh yang lapar, tetapi hati yang masih penuh dendam. Ada yang menahan haus sejak fajar, namun belum mampu menahan amarah yang disimpan bertahun-tahun. Kita rajin meminta maaf di lisan, tetapi […]Read More
Oleh; Munawir Kamaluddin, Guru Besar UIN Alauddin, Makassar / Direktur LAPSENUSA (Lembaga Advokasi dan Pengembangan Sosial dan Ekonomi Nusantara) Upah bukan sekadar angka di slip gaji. Ia adalah beras di dapur, biaya sekolah anak, obat untuk orang tua, dan harga diri seorang pekerja. Maka ketika upah ditahan, yang terguncang bukan hanya keuangan, tetapi rasa aman […]Read More