Wamenhaj Minta Seremonial Pelepasan Haji Dikurangi
LP JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengimbau pemerintah daerah agar tidak menggelar terlalu banyak seremonial dalam pelepasan jamaah calon haji Indonesia.
Imbauan ini disampaikan guna menjaga kebugaran jamaah sebelum menjalani perjalanan panjang ke Tanah Suci.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa banyaknya rangkaian acara pelepasan justru berpotensi membuat jamaah kelelahan, padahal mereka membutuhkan waktu istirahat yang cukup sebelum keberangkatan.
“Mohon jangan terlalu banyak seremonial di daerahnya masing-masing terkait dengan pelepasan jamaah, supaya kemudian jamaah tidak banyak lama menunggu, tidak letih karena seremonial yang terlalu banyak itu menyebabkan jamaah mudah letih,” ujar Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak di Jakarta, Rabu.
Selama ini, keberangkatan jamaah calon haji Indonesia kerap diwarnai berbagai seremonial pelepasan, baik di tingkat kabupaten/kota maupun di embarkasi, bahkan dalam beberapa kasus dilakukan berulang kali.
Menurut Dahnil, kondisi tersebut menjadi perhatian serius mengingat banyak jamaah yang tergolong lanjut usia (lansia), risiko tinggi (risti), serta penyandang disabilitas yang membutuhkan waktu istirahat memadai sebelum memulai perjalanan ibadah.
“Mohon dipahami supaya bisa kurangi acara-acara seremonial di daerah terkait dengan pelepasan jamaah,” kata Wamenhaj Dahnil.
Sementara itu, operasional keberangkatan jamaah haji Indonesia telah dimulai. Sebanyak 391 calon haji yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) pertama Embarkasi Pondok Gede Jakarta (JKG 1) resmi diberangkatkan menuju Tanah Suci pada Rabu dini hari.
Ratusan calon haji tersebut diterbangkan menuju Madinah melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta sekitar pukul 00.45 WIB menggunakan maskapai Garuda Indonesia.
Keberangkatan jamaah JKG 1 ini sekaligus menandai dimulainya operasional misi haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
[Rdh]