Abdul Kharis Almasyhari Minta Pemerintah Lakukan Percepatan Selesaian Pembangunan SMK Kehutanan di Sorong
JAKARTA – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS Abdul Kharis Almasyhari meminta pemerintah melakukan percepatan penyelesaian pembangunan SMK Kehutanan di Sorong, Papua Barat Daya.
Menurut Kharis, tujuan pembangunan SMK Kehutanan itu bertujuan agar kegiatan pendidikan segera dapat berjalan meskipun terdapat permasalahan hukum pada sebagian proyek bangunannya.
Hal disampaikan saat melakukan kunjungan kerja reses Komisi IV ke Sorong, Papua Barat. Pada kesempatan itu, Abdul Kharis menjelaskan, pembangunan SMK Kehutanan tersebut sempat terhenti akibat adanya kasus hukum yang menjerat salah satu proyek fisik di lokasi tersebut.
“Meski demikian, seluruh sarana dan prasarana pendukung pendidikan di SMK Kehutanan Sorong sebenarnya sudah siap digunakan,” kata Kharis kepada wartawan, Jakarta, Sabtu (1/11/2025) seperti dikutip situs DPR RI.
“Bangunan di belakang ini memang sempat mangkrak karena ada kasus hukum. Tapi seluruh persiapan pendidikan sudah lengkap, asrama dan perlengkapan sudah dibeli. Jadi kami berharap, proses hukum silakan berjalan, tapi jangan sampai kegiatan pendidikan di SMK Kehutanan ini ikut terhenti,” sambung Abdul Kharis.
Kharis menambahkan bahwa nilai proyek yang bermasalah hanya sebagian kecil dari keseluruhan pembangunan SMK Kehutanan. Jika pembangunan dibiarkan mangkrak, justru potensi kerugiannya akan jauh lebih besar.
“Yang bermasalah itu nilainya sekitar Rp1,8 miliar, sementara total proyek ini puluhan miliar. Jadi kalau dibiarkan berhenti, malah bisa rusak semua dan kerugiannya lebih besar lagi,” tegasnya
Abdul Kharis berharap agar Kementerian Kehutanan segera melanjutkan program tersebut, sehingga kegiatan belajar-mengajar dapat dimulai paling lambat pada tahun 2026.
“Saya berharap 2026 SMK Kehutanan ini sudah bisa berjalan. Proses hukum silakan dilanjutkan, tapi kegiatan pendidikannya jangan sampai tertunda,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keberadaan SMK Kehutanan di Sorong tidak menggantikan sekolah serupa di Manokwari, melainkan akan berjalan berdampingan untuk memperkuat pendidikan vokasi di bidang kehutanan di wilayah timur Indonesia.
“SMK Kehutanan Sorong ini bukan menggantikan yang di Manokwari, tapi akan menjadi dua. Keduanya sama-sama penting untuk mendukung pengembangan SDM di sektor kehutanan, khususnya di Papua Barat Daya dan Papua pada umumnya,” pungkasnya.