KETULUSAN SEORANG IBU

 KETULUSAN SEORANG IBU

 

Pukul tiga pagi bangun saban hari
Tak lupa menanak nasi
Untuk anak juga suami
Nasi goreng untuk sarapan selalu tersaji
Sebelum pukul empat pergi mengais rezeki

Menghidupi sembilan anak
Tentu tak mudah
Mesti dilakoni
Meski kepala bak jadi penopang untuk berdiri

Melangkah seolah gagah
Meski tenaga sudah tak lagi
Bagai dulu saat gigi masih berjajar rapi

Sebelum azan subuh berkumandang
Perempuan-perempuan perkasa menjemput pagi
Terpaan angin berbalut embun
Seolah tak kuasa
Meluluhkan semangat diri
Demi tanggung jawab amanah ilahi
Sembilan buah hati
Tumpuan jiwa sandaran mimpi

Mimpi yang menggantung pada setiap asa
Kelak kalian jangan seperti kami
Tempalah diri dengan ilmu setinggi mentari

Gapailah mimpi pada setiap sanubari
Wahai kalian sembilan busur
Tambatan hati
Tuntutlah ilmu sebagai bekal meraih setiap cita
Sebab tanah sawah kebun melimpah
Itu tak mungkin kalian warisi

Bak memanah,
Hanya doa kami mengiringi Melesatkan anak panah dari busurnya
Hanya doa tulus senantiasa menyertai
Ketepatan arah kalian penentu itu pasti
Bekal ilmu serta sedikit dorongan buah keringat dan air mata teruntai menopang
Langkah-langkah kalian
Wahai anak-anakku tambatan jiwa tumpuan hati

Semoga Allah meridhoi setiap langkah
Menjaga marwah keluarga
dan juga diri
Kiprah pada negeri
Wujud bakti pada ilahi.

Jakarta, 07 Desember 2025
Erfi Firmansyah

Facebook Comments Box