Prof Adies Ucapkan Hari Pendidikan Internasional: Pendidikan Kita Butuh Lompatan Besar, Bukan Langkah Setengah Hati

 Prof Adies Ucapkan Hari Pendidikan Internasional: Pendidikan Kita Butuh Lompatan Besar, Bukan Langkah Setengah Hati

JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI, Prof. Dr. Ir. H. Adies Kadir, SH, MHum, menegaskan bahwa kemajuan pendidikan nasional hanya dapat dicapai melalui kebijakan dan keberanian mengambil lompatan besar, bukan sekadar langkah kecil yang bersifat simbolik. Hal tersebut disampaikan Prof Adies dalam momentum Peringatan Hari Pendidikan Internasional, 24 Januari 2026.

Mengutip sebuah pernyataan reflektif, Adies menyampaikan pesan kuat kepada seluruh pemangku kepentingan pendidikan di Indonesia.

“Dengan dua lompatan kecil, kamu tidak akan bisa menyeberangi jurang,” ujar Prof Adies seperti dikutip di akun Insragram-nya, Sabtu (24/1/2025)

Menurut Prof Adies, ungkapan tersebut menjadi metafora kondisi pendidikan nasional yang masih menghadapi jurang ketimpangan, baik dari sisi kualitas, akses, hingga relevansi dengan kebutuhan zaman. Karena itu, ia menilai reformasi pendidikan tidak cukup dilakukan secara parsial atau setengah hati.

“Pendidikan hari ini membutuhkan keberanian mengambil keputusan strategis yang berdampak besar. Kita tidak bisa terus melakukan perbaikan kecil yang tidak menyentuh akar persoalan,” tegas Prof Adies.

Sebagai Wakil Ketua DPR RI, Prof Adies menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan global, khususnya di era transformasi digital dan persaingan sumber daya manusia.

Ia juga menyoroti masih adanya kesenjangan mutu pendidikan antarwilayah, minimnya link and match antara pendidikan dan dunia kerja, serta perlunya penguatan karakter kebangsaan di tengah arus globalisasi.

“Pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter, etika, dan nasionalisme. Kita ingin melahirkan generasi yang unggul secara intelektual, kuat secara moral, dan siap bersaing di tingkat global,” katanya.

Dalam kapasitasnya sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Prof Adies menegaskan komitmen partainya untuk terus mendorong kebijakan pendidikan yang inklusif dan berorientasi masa depan.

Ia menyebut pendidikan sebagai investasi jangka panjang bangsa yang harus ditempatkan sebagai prioritas utama dalam pembangunan nasional.

“Golkar konsisten melihat pendidikan sebagai fondasi utama kemajuan bangsa. Tanpa SDM unggul, mustahil Indonesia bisa menjadi negara maju dan berdaulat,” ujarnya.

Selain itu, sebagai Ketua Umum DPP Ormas MKGR, Adies juga menekankan peran organisasi kemasyarakatan dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Menurutnya, ormas memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan serta menjadi mitra pemerintah dalam pemberdayaan generasi muda.

Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan Hari Pendidikan Internasional sebagai momentum evaluasi dan refleksi bersama.

“Peringatan ini bukan sekadar seremonial. Ini saatnya kita bertanya, apakah kebijakan pendidikan kita sudah cukup berani untuk membawa Indonesia menyeberangi jurang ketertinggalan?” tuturnya.

Prof Adies berharap ke depan Indonesia mampu melahirkan sistem pendidikan yang tidak hanya responsif terhadap perubahan zaman, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak kemajuan bangsa secara berkelanjutan.

“Jika kita ingin masa depan yang lebih baik, maka pendidikan harus ditempatkan sebagai agenda besar nasional. Bukan dengan dua lompatan kecil, tapi dengan satu lompatan besar yang terencana dan berani,” pungkasnya.

Facebook Comments Box