Kunjungi Tawangmangu, Abdul Kharis Almasyhari Tekankan Penguatan Benih Hortikultura untuk Ketahanan Pangan
Abdul Kharis Almasyhari (foto: dpr)
KARANGANYAR – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional melalui sektor hortikultura menjadi perhatian utama Komisi IV DPR RI saat melakukan kunjungan kerja ke Kebun Benih Hortikultura Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (22/1/2026). Kunjungan tersebut difokuskan pada pengembangan perbenihan hortikultura yang berorientasi pada konservasi tanah dan air.
Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong sistem perbenihan yang berkelanjutan. Menurut Kharis, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi fondasi utama agar program perbenihan mampu berjalan efektif dan berdampak luas.
“Kunjungan ini bukan sekadar seremonial, tetapi bagian dari upaya kami melihat langsung kondisi di lapangan serta menyerap masukan dari para pemangku kepentingan terkait penguatan perbenihan hortikultura,” ujar Abdul Kharis dalam diskusi bersama pemerintah daerah, pengelola kebun benih, serta pelaku usaha pertanian.
Lebih lanjut Kharie menjelaskan, pengembangan hortikultura membutuhkan dukungan terpadu, mulai dari kebijakan yang konsisten, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, hingga ketersediaan sarana produksi seperti pupuk dan benih unggul.
Seluruh upaya tersebut, lanjutnya, harus selaras dengan prinsip pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Abdul Kharis juga menegaskan bahwa sektor hortikultura memiliki posisi strategis dalam sistem pangan nasional. Selain berperan sebagai penyedia pangan bergizi dan segar bagi masyarakat, hortikultura dinilai mampu menjadi motor penggerak ekonomi di wilayah perdesaan.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan semakin kompleks. Perubahan iklim, degradasi lahan, menurunnya kualitas tanah dan sumber daya air, serta keterbatasan benih bermutu yang sesuai dengan