Aria Bima Nilai Bank Banten Mulai Bangkit, Aset Tembus Rp10 Triliun
Aria Bima
JAKARTA — Komisi II DPR RI menilai Bank Banten menunjukkan sinyal pemulihan dan penguatan kinerja keuangan yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Penilaian tersebut disampaikan saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI ke Provinsi Banten, Rabu (28/1/2026).
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Aria Bima mengatakan, capaian kinerja Bank Banten mencerminkan perbaikan fundamental tata kelola dan fungsi intermediasi bank daerah. Aria menyoroti keberhasilan Bank Banten membukukan laba bersih tahun 2025 sebesar Rp41,93 miliar, tertinggi dibandingkan periode sebelumnya.
“Capaian laba ini menjadi indikator bahwa Bank Banten mulai stabil dan kembali dipercaya dalam mendukung pembiayaan pembangunan daerah,” ujar Aria Bima.
Menurut Aria, penguatan kinerja tersebut juga tercermin dari lonjakan total aset Bank Banten yang mencapai Rp10,02 triliun, atau tumbuh sekitar 32,7 persen dibandingkan posisi akhir Desember 2024. DPR menilai pertumbuhan aset tersebut menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan bank pembangunan daerah.
Tak hanya dari sisi aset, Komisi II DPR RI juga mencermati peningkatan penyaluran kredit yang mencapai Rp4,66 triliun, atau tumbuh sekitar 21 persen. Aria Bima menilai, penyaluran kredit tersebut berkontribusi langsung terhadap penguatan sektor UMKM, pembiayaan sektor strategis daerah, serta peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Provinsi Banten.
“Bank daerah harus hadir sebagai penggerak ekonomi lokal, bukan sekadar lembaga penyimpan dana,” tegasnya.
Meski mengapresiasi capaian tersebut, Komisi II DPR RI tetap memberikan sejumlah catatan. Salah satunya terkait kebijakan pembagian dividen yang diminta dilakukan secara adil dan proporsional bagi seluruh pemegang saham daerah.
Selain itu, DPR juga mendorong manajemen Bank Banten untuk mempercepat transformasi digital layanan perbankan. Penguatan sistem digital dinilai krusial agar Bank Banten mampu meningkatkan efisiensi, memperluas jangkauan layanan, serta bersaing dengan perbankan nasional di tengah perubahan lanskap industri keuangan.