Firman Soebagyo Dorong Konsistensi Swasembada, Panen 10 Ton per Hektare di Pati Jadi Momentum Nasional

 Firman Soebagyo Dorong Konsistensi Swasembada, Panen 10 Ton per Hektare di Pati Jadi Momentum Nasional

JAKARTA  – Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo menilai capaian panen raya padi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, sebagai sinyal positif percepatan swasembada pangan nasional. Produktivitas yang menembus 10 ton per hektare disebutnya sebagai bukti bahwa target ketahanan pangan dapat dicapai lebih cepat dari proyeksi awal.

Firman menyampaikan, keberhasilan tersebut selaras dengan upaya pemerintah memperkuat cadangan beras nasional. Berdasarkan data awal tahun, stok beras nasional telah menyentuh angka 3,32 juta ton. “Ini perkembangan yang menggembirakan. Artinya, kerja keras petani dan dukungan kebijakan pemerintah mulai menunjukkan hasil nyata,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (9/2/2026).

Meski demikian, politisi Fraksi Partai Golkar itu mengingatkan agar seluruh pemangku kepentingan tidak terlena oleh capaian sesaat. Ia menegaskan pentingnya mitigasi risiko terhadap potensi gagal panen akibat anomali cuaca maupun gangguan distribusi pupuk dan sarana produksi pertanian lainnya.

Menurutnya, penguatan peran negara dalam menjaga stabilitas harga dan stok pangan menjadi faktor krusial. Pemerintah pusat, kata dia, tengah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat fungsi Perum Bulog sebagai penyangga cadangan dan pengendali harga beras di tingkat nasional.

“Ke depan, penggunaan pupuk organik dan teknologi berbasis mikroba harus lebih didorong. Selain meningkatkan produktivitas, langkah ini juga menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang,” tegasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyatakan panen raya di Desa Bumiharjo menjadi bukti keberhasilan program peningkatan produktivitas pertanian yang digagas Pemerintah Kabupaten Pati. Dalam pengecekan lapangan, hasil panen bahkan mencapai 10,28 ton per hektare.

Ia menjelaskan, lonjakan produksi tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah hingga aparat desa dan kelompok tani. Optimalisasi penggunaan pupuk subsidi yang tepat sasaran, ditambah dukungan pupuk pendamping, dinilai mampu mendongkrak hasil panen yang sebelumnya berada di kisaran 5–7 ton per hektare.

Dengan capaian tersebut, Pati diharapkan dapat menjadi model pengembangan pertanian produktif berbasis efisiensi dan keberlanjutan. Firman pun menekankan bahwa keberhasilan daerah harus diikuti konsistensi kebijakan nasional agar target swasembada pangan benar-benar terwujud dan bertahan dalam jangka panjang.

Facebook Comments Box