Serangan Israel – AS ke Iran untuk Tujuan Membawa Israel sebagai Penguasa Timur Tengah

 Serangan Israel – AS ke Iran untuk Tujuan Membawa Israel sebagai Penguasa Timur Tengah

Serangan Israel – AS ke Iran untuk Tujuan Membawa Israel sebagai Penguasa Timur Tenga

Israel dan elit-elit Amerika memiliki visi yang sama untuk melempangkan jalan bagi Israel sebagai penguasa penuh Timur Tengah. Hanya dengan itu, Israel dapat mencapai keamanannya. Dan itu dilegitimasi secara manipulatif oleh pemahaman Yahudi maupun sebagian Kristen tentang nubuat akhir zaman, dimana syarat datangnya mesiah manakala kerajaan Israel siap dengan kekuatan menyambut mesiah. Jadi ada semacam visi resiprokal antara Yahudi dan Kristen. Dan harus kita ingat, selain karena hubungan rahasia antara elit-elit Amerika dengan elit-elit Yahudi seperti yang terungkap dalam File-file Epstein, orang Amerika menganut Kristen. Namun tantangannya tidak mudah. Karena sejurus Israel mencoba mengekspansi kekuasaan dan wilayah dominasinya, orang-orang Timur Tengah yang umumnya beragama Islam, tidak akan terima begitu saja didikte oleh Yahudi. Kecuali elit-elit yang korup, busuk dan tersandera seperti Sultan Ahmed bib Sulayem dari Uni Emirat Arab.

Israel dan Amerika akan terus mengubah peta Timur Tengah hingga Israel mencapai impiannya sebagai penguasa Timur Tengah yang wilayah kekuasaannya meliputi tanah antara sungai nil dan sungai euprat sebagaimana makna simbolik dari bendera dua warna biru yang mengapit lambang kekuasaan Raja Daud atau David.

Uniknya lagi, Israel memang sengaja menormalisasi penduduknya untuk senantiasa beradaptasi dengan suasana kekerasan dan perang. Bagi elit-elitnya, hal itu penting agar penduduk Israel dapat terlatih menjadi warga yang militan dan superior guna menyambut dibangunnya Haekal (Kuil) Sulaiman. Karena itu, perang memang mereka butuhkan. Mereka memproduksi banyak doktrin demi mencapai tujuan mereka sebagai Kerajaan Daud versi modern. Dan hal ini sudah menyangkut keyakinan agama mereka, walaupun sebenarnya banyak kaum zionis tersebut hanya menunggangi agama Yahudi untuk kepentingan petualangan mereka.

Memahami hal ihwal Israel tersebut yang berpetualang dalam api peperangan yang setiap saat menimpa mereka akibat egresivitas dan sikap dominatif mereka yang dijustifikasi sebagai bangsa yang superior yang mendapat janji jatah tanah dari Yahwe, tentulah semua orang akan menyadari bahwa perdamaian sulit dicapai secara permanen di Timur Tengah, bahkan menjalar hingga ke dunia Islam, selama masih Israel tidak bergeser dari visi mereka yang aneh dan gila. Demi mencapai visi mereka, jangankan Inggris, Eropa dan Amerika, Asia dan Afrika pun mereka manipulasi dan eksploitasi. Misalnya, dengan isu Bne Menashe atau kabilah Yahudi yang terlupakan dan hilang, mereka mengeksploitasi isu tersebut guna memindahkan suku-suku yang berada di Asia Selatan, Myanmar, dan Afrika ke Israel untuk diberikan kewarganegaraan Israel. Sehingga dengan demikian bertambah-tambah dan beraneka warnalah isi penduduk Israel. Jangan sampai pula orang Minahasa, Batak dan Papua mereka cap sebagai suku yahudi yang terlupakan sebagai siasat untuk memenetrasi pengaruh mereka ke sini. Tidak ada bangsa yang paling manipulatif kecuali Israel.

*~ Bhre Wira, Pengamat Israel

Facebook Comments Box