“Saya senang PB NU konflik seperti sekarang ini….,” kata Ilul membuka percakapan sore dengan kopi yang masih mengepul. “Lho, kok senang? Kamu memang sentimen, ya, sama NU. Dasar Wahabi, kamu!!!” sergah Ifudh nggak sabar. Maklum Ifudh lama nyantri di Yanbu’ul Quran, Kudus. Tentu saja, rasa cemburunya bila NU disudutkan, cepat saja dia naik darah. “Saya […]Read More
Kapitalisme, Bencana Banjir-Longsor Massif Sumatera, dan Mengakhiri Gugup dan Absennya
Oleh: Syahrul E Dasopang, Mantan Ketua Umum PB HMI Bencana Banjir-Longsor massif di Sumatera, telah mengakibatkan lenyapnya habitat kehidupan secara drastis dan ekstrem dalam skala luas dan besar. Menurut data BNPB per Kamis pagi, 4 Desember 2025, yang dikutip oleh Tempo, sebanyak 776 jiwa meninggal, 564 jiwa dinyatakan hilang dan 2,6 ribu jiwa luka-luka. Sebanyak […]Read More
Persoalan besar bangsa Indonesia, suka berdusta dg beragam bentuknya itu. Hakikat korupsi juga sebenarnya berdusta, yaitu mendustai sumpah jabatan, batas wewenang dan janji. Hakikat selingkuh juga sebenarnya tentang berdusta, yakni lagi² mencederai janji pada pasangan dan diri sendiri karena memilih memanjakan nafsu. Dan dua kedustaan inilah yang merata dilakukan oleh semua strata dari bangsa ini, […]Read More
Media konvensional dan media sosial riuh sekali dengan berita perpecahan kepemimpinan di tubuh organisasi ulama yaitu NU. Akibatnya, sedikit banyak saya menyempatkan waktu untuk menelaahnya. Singkatnya, antara eksekutif PB NU dan “dewan syura” NU sudah tidak sejalan. Bahkan lebih jauh, Ketua eksekutif PB NU diultimatum mundur dalam waktu 3 hari. Pada saat yang sama, […]Read More
10 tahun yang lampau, saya pernah menulis di koran Republika, guna mengungkap betapa besar dan potensialnya perputaran uang yang terjadi di sektor haji dan umroh. Tulisan itu dimaksudkan untuk mendorong dipisahkannya urusan haji dari wewenang Kementerian Agama karena selalu saja menjadi bancakan dan objek korupsi para pejabat, lalu kemudian lahirlah Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH). […]Read More
80 Tahun Nasionalisme Memusat dan Kapitalisme Menghisap, Telah Merusak Identitas
Seseorang yang pernah tumbuh dan mengalami riang gembira kehidupan di kampung halamannya, dengan kenangan bersama keluarganya, teman-teman sebayanya, mengingat lagu-lagu lokal di kampung halamannya, merasakan efek bahasa dan pergaulan indah di masa kecilnya, akan otomatis menjadi pembentuk jiwa, mentalitas dan identitas dirinya. Semua elemen pengalaman hidup yang membentuk lapisan-lapisan susunan kesadaran alami tersebut, amatlah […]Read More
Saya kira, tidak seorang pun yang tidak mengakui bahwa sebelumnya para pemimpin Amerika memandang Ahmed Al Sharaa, kini Presiden Suriah, merupakan musuh besar mereka. Namun setelah Al- Sharaa sukses menjatuhkan Bashar al-Assad, melalui suatu serangan militer yang berdampak revolusioner pada susunan kekuasaan negara strategis tersebut, situasi menjadi berubah. Tentu banyak faktor yang mengubah sikap Amerika […]Read More
Ketika kisruh pagar laut sampai hari ini memcuat, lagi-lagi isunya adalah oligarki. Ketika pasukan Brimob dikerahkan untuk mengusir rakyat dari lahan-lahannya, isu yang mencuat juga tentang ologarki. Sekarang, dengan lucu antar oligarki adu banteng, yaitu antara Grup Kalla vs Grup Lippo di Makassar. Sebenarnya problem oligarki ini telah lama menjadi keresehan publik, kerena menimbulkan […]Read More
Saat saya menulis analisa ini, sayup-sayup salawat bersahut-sahutan dari masjid di perkampungan Jakarta. Seolah rakyat tidak ambil peduli dengan masa depan umat manusia yang tengah berjalan ke arah supremasi Israel. Dunia Arab sudah mulai kembali menyongsong skema perdamaian dengan Israel di atas nama Perjanjian sesama penganut Agama Ibrahim. Entah apa maksudnya negara-negara Arab itu, padahal […]Read More
Hedaknya Diinsyafi! Trik Pejabat Korup Senantiasa untuk Mengecoh Perhatian Rakyat
Alasan utama didirikannya negara merdeka Indonesia dari penjajahan asing ialah agar penduduknya bisa mencapai kesejahteraannya secara pemuh, mandiri, dan merata. Tida hanya yang sejahtera dan makmur dari kalangan tertentu yang memiliki akses ke penguasa. Alasan utama diperjuangkannya negara yang merdeka dari kolonial ialah bukan karena adanya halangan pengakuan terhadap agama dan kesulitan struktural menerapkan agama […]Read More