Daniel Johan Dorong Kemandirian Pangan dan Energi Antisipasi Dampak Perang Dunia
JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, meminta pemerintah bersiap lebih serius menghadapi potensi guncangan global, termasuk kemungkinan dampak ekonomi jika konflik dunia berkembang menjadi perang skala besar. Menurut Daniel, kemandirian pangan dan energi menjadi kunci utama dalam menjaga ketahanan nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Daniel merespons pandangan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang sebelumnya mengungkapkan kekhawatirannya terhadap situasi geopolitik global dan potensi pecahnya Perang Dunia III. Kekhawatiran itu, kata Daniel, bukan tanpa alasan melihat eskalasi konflik dan ketegangan antarnegara saat ini.
Selain ketahanan pangan dan energi, Daniel menekankan pentingnya penguatan sektor pertahanan nasional di tengah ketidakpastian global.
“Pemerintah perlu menyiapkan langkah antisipatif menghadapi skenario terburuk, mulai dari memperkuat cadangan pangan, energi, dan keuangan nasional, hingga meningkatkan kemampuan pertahanan melalui pengembangan teknologi, termasuk sistem pertahanan udara dan keamanan siber,” kata Daniel Johan kepada wartawan, Jakarta, Jumat (23/1/2026).
Ia menambahkan, kesiapsiagaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat. Rakyat perlu diberi pemahaman mengenai situasi darurat dan pentingnya menjaga keamanan serta persatuan nasional.
Daniel menjelaskan, negara juga wajib memastikan perlindungan terhadap sumber daya alam dan infrastruktur strategis, sekaligus memperkuat kerja sama dengan negara-negara lain di kawasan maupun di tingkat global.
“Pengamanan sumber daya alam dan infrastruktur vital harus menjadi prioritas, bersamaan dengan penguatan kerja sama regional dan internasional untuk menghadapi berbagai ancaman,” katanya.
Lebih lanjut, politisi Fraksi PKB tersebut menilai peran diplomasi Indonesia harus terus diperkuat. Dengan posisi strategisnya, Indonesia dinilai memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga stabilitas kawasan dan dunia.
“Indonesia perlu aktif memperkuat diplomasi, terutama melalui forum ASEAN dan PBB, guna menjaga stabilitas regional dan global. Semua itu harus sejalan dengan amanat konstitusi dan prinsip politik luar negeri bebas aktif,” ucapnya.
Di akhir keterangannya, Daniel juga menyebut kecemasan yang disampaikan SBY merupakan refleksi kegelisahan banyak pihak di tengah situasi dunia yang kian tidak menentu. Ia berharap pemerintah dapat menjadikan peringatan tersebut sebagai momentum memperkuat ketahanan nasional secara menyeluruh.