Di Hari Kartini, Anggota DPR Ini Sampaikan 4 Kriteria Kartini Zaman Now

JAKARTA – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) Hermanto mengungkapkan ada empat kriteria perempuan itu layak disebut ‘Kartini Zaman Now’. Bagi Hermanto, perempuan harus memegang prinsip kesanikewa untuk menjaga kodrat kesuciannya.
1. Terdidik dan Cerdas
Menurut Hermanto, wanita tak hanya cantik tapi juga terdidik dengan moral dan cerdas secara intelektual. Saat ini, wanita terdidik dan cerdas sudah mulai berkurang.
Di era modern saat ini, jelas Hermanto, pendidikan bagi seorang perempuan dalam keluarga masih ada yang menganggapnya tabu. Sejumlah kepala keluarga berpikir setinggi apapun perempuan strata pendidikan seorang wanita, maka pada akhirnya mereka ke dapur.
“Masyarakat kita masih ada yang menganggap pendidikan tinggi tidak terlalu penting bahkan dianggap tidak perlu bagi perempuan. Ini tantangan kita. Padahal, wanita perlu pendidikan tinggi untuk mendidik anak-anak di rumah, mencetak generasi unggul,” kata Hermanto saat dihubungi, Sabtu (21/4/2018).
“Sesuai data, perempuan sangat rentan sebagai korban kekerasan seperti kekerasan fisik, seksual dan psikis,” sambung Politisi asal Dapil Sumatera Barat I ini.
Komnas Perempuan mencatat ada 259.150 kekerasan pada perempuan selama tahun 2016. Itu terjadi karena kaum perempuan belum terlalu dihargai. Sementara minimnya tingkat pendidikan dimiliki kaum hawa itu menjadi alasan utama terjadinya tindak kejahatan yang menimpa kaum hawa tersebut.
Bahkan Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan 1 dari 3 perempuan usia 15-64 tahun pernah menjadi korban kekerasan. Paling mengejutkan, bahwa korban kekerasan tersebut banyak dialami oleh perempuan yang memiliki latar belakang pendidikan yang rendah.
2. Tangguh dan Profesional
Kriteria kedua menurut Hermanto jika wanita itu disebut Kartini Zaman Now, yakni tangguh terhadap ujian dan profesional dalam menjalankan tanggung jawabnya, baik di rumah dan di kantor.
“Wanita Kartini dapat kita jumpai dari sifat tingkah perilakunya yang mandiri. Tak mudah menyerah dalam menghadapi ujian hidup dalam rumah tangga dalam mendidik anak, juga dalam pekerjaan,” kata Alumni Aktivis HMI ini.
Untuk sikap profesional, lanjutnya, seorang wanita dituntut pintar mengatur waktu buat keluarga dan pekerjaan, jika wanita itu berkarir di luar rumah. Tinggal bagaimana mengatur tugas dan tanggungjawab yang diemban tidak terbengkalai.
“Wanita punya sifat natural yang memiliki Kelembutan dibandingkan pria. Faktanya, perkembangan karir seorang wanita profesional menjadikan wanita lebih empati dan simpati pada sesama rekan kerja, sehingga profesionalisme di tuntut pada kondisi ini,” terangnya.
3. Taat pada Suami
Selanjutnya, kata Hermanto, wanita Kartini Zaman Now adalah taat pada suami, seberapa tinggi jabatan dan kekayaan wanita itu sebagai istri. Istri yang taat pada suami mendapatkan balasan dari Allah SWT berupa jaminan masuk surga. Tentu kewajiban besar istri pada suami adalah mentaati perintah yang baik dari suami.
Hermanto menyampaikan hadits ari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,
أَيُّمَا امْرَأَةٍ مَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَنْهَا رَاضٍ دَخَلَتِ الْجَنَّةَ
“Wanita mana saja yang meninggal dunia lantas suaminya ridha padanya, maka ia akan masuk surga.” (HR. Tirmidzi)
Tak hanya itu, ujarnya, Islam juga memuji kemuliaan istri yang taat pada suaminya dengan status wanita terbaik di dunia dan akhirat.
Ia juga mengutip sebuah dialog antara Rasulullah SAW dengan sahabatnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci” (HR. An-Nasai)
4. Rajin Ibadah
Terakhir, kriteria menurut Anggota Komisi IV DPR RI ini, wanita ‘Kartini Zaman Now’ seorang perempuan rajin ibadah. Sebab, menurut Hermanto, wanita yang rajin ibadah idaman hampir seluruh pria.
“Kebanyakan pria ingin wanita itu rajin ibadah. Dengan ibadah rumah tangga damai, penuh keteguhan. Biasanya wanita yang memiliki amalan spritual yang tinggi lebih setia, tanggung jawab, pengertian, dewasa, sifat keibuan, saling menghormati, dan sebagainya,” terang Hermanto.
Ia menempatkan kriteria taat beragama dan ibadah tetaplah penting guna menunjang rumah tangga yang harmonis dan utuh. Memegang teguh ajaran agama tetap dibutuhkan untuk melaksanakan roda kehidupan berumah tangga.
“Kartini-kartini masa kini diperlukan mencetak generasi yang mampu membawa rumah tangga dan negara ini makmur sejahtera bagi warganya,” pungkasnya. (HMS)