HNW Dukung Haji 2026 Tetap Terselenggara, Dorong Pelaksanaan Haji Jadi Momentum Hentikan Perang-Hadirkan Perdamaian
JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI sekaligus Anggota Komisi VIII DPR RI Hidayat Nur Wahid mendorong agar penyelenggaraan ibadah haji 1447H malah bisa ciptakan momentum berhentinya perang dan terciptanya perdamaian di kawasan Timur Tengah.
HNW sapaan akrabnya meminta Pemerintah Indonesia termasuk Kementerian Haji dan Umrah RI aktif melakukan diplomasi kepada AS dan Iran, serta negara-negara anggota OKI yang berada di kawasan perang di Timur Tengah agar menghormati pelaksanaan haji dan keselamatan jemaah haji yang datang dari seluruh penjuru dunia, dengan saling menahan diri, segera menghentikan perang, menghadirkan perdamaian. Sehingga penyelenggaraan haji 1447H/2026 bisa berlangsung dengan lancar, aman, dan nyaman, tanpa terganggu akibat masih berlangsungnya perang/saling serang di kawasan Timur Tengah.
“Indonesia sebagai pengirim jamaah haji terbanyak dengan 221 ribu jamaah tentu sangat berkepentingan terhadap kelancaran penyelenggaraan haji. Pemerintah bisa menjadikan ini sebagai sarana diplomasi hadirkan perdamaian, hentikan perang, yang semoga dengan berkahnya haji, berhentinya perang dan hadirnya perdamaian bisa bersifat permanen,” disampaikan Hidayat pada Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI dengan Menteri Haji dan Umrah RI di kompleks parlemen, Rabu (11/3/2026).
Anggota DPR RI Fraksi PKS ini mengingatkan Kementerian Haji dan Umrah agar tidak terburu-buru mengutamakan wacana potensi pembatalan penyelenggaraan haji 1447H. Pasalnya, Arab Saudi sebagai tuan rumah saja hingga saat ini masih melanjutkan persiapan haji, bahkan pada 4 Maret 2026 mulai membuka registrasi bagi warga dalam negeri Saudi yang akan melangsungkan ibadah haji. Kesiapan yang sama juga dilakukan oleh pemerintah Pakistan sbg negara terbesar ke dua yg mengirimkan jemaah haji ke Mekah.
Sekalipun HNW juga bisa memahami kalau tetap disediakan opsi kedarurtan, bila ternyata perang tetap terjadi bahkan dengan skala yang meluas. Karenanya dirinya mengusulkan agar dikaji skema mempersingkat masa tinggal jamaah haji selama di Arab Saudi jika eskalasi perang di Timur Tengah semakin tinggi sesudah pelaksanaan haji, seperti tahun lalu ketika terjadi peranga Israel/AS versus Iran yang mulai terjadi pada tanggal 17 Dzulhijjah 1446, beberapa hari sesudah jemaah haji selesai melaksanakan haji.
Di saat yang sama HNW juga mengapresiasi berbagai persiapan haji di dalam negeri yang sudah cukup baik, seperti penginputan visa yang sudah 100% dengan penerbitan 198.410 visa (97,58%), layanan akomodasi sudah dibayar 100%, layanan konsumsi dibayar lebih dari 90%, dan layanan penerbangan telah pembayaran termin pertama sebesar 35%.
Kemenhaj diminta untuk terus melanjutkan progress positif ini, dengan mengingatkan komitmen perbaikan layanan oleh 2 syarikah yang sudah ditunjuk, dan memastikan pelayanan terbaik dan tidak terulangnya kasus2 pada penyelenggaraan haji tahun 1446H, serta kartu Nusuk sebagai identitas utama calon jemaah haji selama musim haji dapat dibagikan sejak jamaah berada di Embarkasi di Indonesia.
“Jika persiapan penyelenggaraan ibadah haji terus berjalan dengan yg terbaik dan disampaikan secara positif ke publik, maka ini bisa menentramkan calon Jamaah Haji, yang sebagian besarnya menunggu lebih dari dua puluh tahun untuk bisa berangkat. Tentu skema kedaruratan perlu disiapkan sebagai antisipasi, namun prioritas utama dan yang penting dipastikan adalah tetap bisa terwujudnya penyelenggaraan haji 1447H secara aman, damai dan profesional, sebagai hasil dari diplomasi Haji hadirkan perdamaian,” pungkasnya.