I Nyoman Parta Ajak Warga hingga Siswa SD Bersih-Bersih Pantai Bali, Soroti Tanggung Jawab Kolektif Sampah

 I Nyoman Parta Ajak Warga hingga Siswa SD Bersih-Bersih Pantai Bali, Soroti Tanggung Jawab Kolektif Sampah

LBALI — Anggota Komisi III DPR RI dari Daerah Pemilihan Bali, I Nyoman Parta, menggelar aksi bersih-bersih pantai bersama masyarakat dan sejumlah pihak terkait di Bali. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari warga setempat hingga anak-anak Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Lebih, yang tampak antusias turun langsung memungut sampah di pesisir pantai.

Dengan peralatan sederhana dan apa adanya, peserta aksi memungut sampah satu per satu yang berserakan di sepanjang pantai. Kehadiran anak-anak sekolah dasar menjadi simbol penting edukasi lingkungan sejak dini sekaligus pengingat bahwa persoalan sampah menyentuh lintas generasi.

I Nyoman Parta menegaskan, persoalan sampah di Bali tidak bisa disederhanakan hanya sebagai masalah pantai kotor. Ia mengingatkan bahwa akar persoalan justru berada jauh dari hilir.

“Awalnya bumi ini indah karena Tuhan tidak menciptakan sampah. Awalnya pantai itu bersih, karena pantai tidak pernah beli plastik,” ujar I Nyoman Parta, mengutip pernyataan musisi Robi Navicula, sebagaimana disampaikannya melalui akun Instagram pribadinya, Selasa (3/2/2026).

Menurut politisi Fraksi PDI Perjuangan itu, mustahil mewujudkan pantai yang bersih jika sungai masih tercemar. Begitu pula sungai tidak akan bersih jika got dan parit kotor, sementara got dan parit kotor berakar dari perilaku rumah tangga, pasar, pusat perbelanjaan, hingga warung-warung yang masih membuang sampah sembarangan.

“Jadi masalah awalnya bukan di pantai,” tegasnya.

Menanggapi sentilan Presiden RI terkait kondisi pantai Bali yang kotor, I Nyoman Parta menilai hal tersebut harus dimaknai secara positif sebagai momentum perbaikan bersama. Ia mendorong pemerintah daerah, mulai dari gubernur hingga bupati dan wali kota se-Bali, agar lebih bersungguh-sungguh membangun manajemen pengolahan sampah dari hulu ke hilir secara fokus dan konsisten.

Namun demikian, ia juga menekankan pentingnya peran konkret pemerintah pusat. Menurutnya, teguran harus diikuti dengan dukungan nyata, terutama dalam pembangunan infrastruktur pengolahan sampah yang modern dan ramah lingkungan.

“Setelah marah, Presiden juga semestinya bantu Bali dengan bantuan pembangunan infrastruktur pengolahan sampah,” ujarnya.

Lebih jauh, I Nyoman Parta menegaskan bahwa sampah adalah persoalan tanggung jawab kolektif. Karena semua orang memproduksi sampah, maka semua pihak tanpa kecuali wajib terlibat dalam penanganannya.

“Semua yang ingin Pulau Bali bersih harus ikut turun tangan,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa persoalan sampah di Bali tidak sepenuhnya berasal dari aktivitas warga lokal. Terdapat pula sampah kiriman dari pulau-pulau lain di luar Bali, sehingga kehadiran pemerintah pusat serta koordinasi lintas kementerian dan lembaga menjadi sangat krusial.

Aksi bersih-bersih pantai ini, sesuai pandamgannya, bukan sekadar kegiatan simbolik, melainkan pesan kuat bahwa penyelamatan lingkungan Bali membutuhkan sinergi nyata antara masyarakat, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat, dimulai dari perubahan perilaku hingga kebijakan yang berkelanjutan.

Facebook Comments Box