Jazuli Juwaini: UNMA Buktikan Mathla’ul Anwar Mampu Bangun Reputasi Akademik Global

 Jazuli Juwaini: UNMA Buktikan Mathla’ul Anwar Mampu Bangun Reputasi Akademik Global

PANDAGELANG— Anggota DPR RI Dr. KH. Jazuli Juwaini, MA menegaskan bahwa penyelenggaraan Seminar Internasional Global Transformation Education 2026 oleh Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA) merupakan bukti nyata kemampuan Mathla’ul Anwar sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan tertua di Indonesia dalam membangun kualitas universitas dan reputasi akademik hingga ke tingkat global.

Hal tersebut disampaikan Jazuli Juwaini dalam sambutan pembuka (opening remarks) Seminar Internasional yang digelar UNMA di Kampus UNMA Pandeglang. Ia mengapresiasi langkah UNMA yang secara konsisten melakukan terobosan akademik dengan menghadirkan langsung pakar pendidikan dari luar negeri serta membangun kolaborasi dengan perguruan tinggi internasional.

Menurut Jazuli, kegiatan akademik berskala internasional ini tidak hanya berorientasi pada seremoni, tetapi memiliki nilai strategis dalam meningkatkan mutu proses pembelajaran, riset, dan diskursus ilmiah di lingkungan kampus. “Kolaborasi akademik lintas negara adalah kebutuhan di era transformasi digital. UNMA menunjukkan bahwa kualitas dan visi global dapat dibangun dari daerah,” ujarnya.

Jazuli Juwaini yang pernah menjadi Ketua Bidang SDM dan Organisasi serta Majelis Amanah PB Mathla’ul Anwar ini menilai kehadiran guru besar dan akademisi dari kampus luar negeri merupakan capaian luar biasa, mengingat posisi geografis UNMA yang relatif jauh dari pusat pemerintahan dan kota besar. Namun demikian, keterbatasan tersebut justru mampu dijawab dengan kesungguhan manajemen universitas dalam memperluas jejaring internasional dan memperkuat reputasi akademik.

“Ini membuktikan bahwa UNMA adalah universitas yang diperhitungkan. Bukan hanya meningkatkan kualitas interaksi akademik, tetapi juga memperluas pengakuan institusi di tingkat internasional. Capaian ini sekaligus mengharumkan nama Mathla’ul Anwar,” tegas Jazuli.

Lebih lanjut, tokoh nasional yang mengeyam pendidikan Tsanawiyah dan Aliyah di Mathla’ul Anwar ini menekankan bahwa keberadaan UNMA merupakan representasi peran strategis Mathla’ul Anwar dalam dunia pendidikan nasional. Sebagai salah satu ormas Islam tertua di Indonesia, Mathla’ul Anwar dinilai berhasil menjaga relevansi sejarahnya dengan terus berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi.

Apresiasi khusus juga disampaikan kepada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNMA yang menjadi penggagas utama seminar internasional ini. Anggota DPR 5 Periode ini berharap FKIP UNMA terus menjadi lokomotif penguatan mutu pendidikan, pengembangan riset, dan inovasi pembelajaran yang berorientasi global namun tetap berakar pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Seminar Internasional Global Transformation Education 2026 menjadi penegasan arah pengembangan UNMA sebagai universitas yang berkomitmen pada peningkatan mutu tridarma perguruan tinggi, penguatan kolaborasi internasional, serta pembangunan reputasi akademik yang kredibel. Dengan langkah-langkah strategis tersebut, UNMA diharapkan semakin maju dan Mathla’ul Anwar kian luas peran serta kontribusinya bagi pembangunan SDM unggul Indonesia.

Sejumlah pembicara internasional hadir yaitu Profesor Rautakivi Tuomo Tapani dari Centria University Finlandia, Profesor Mazlini binti Adnan dari Sultan Idris Education University Malaysia, Ramadhoni, Ph.D dari BRIN Indonesia, dan Dr. Meliyawati dari Mathla’ul Anwar University. Sebagai tua rumah Rektor UNMA Profesor Adriansyah dan Dekan FKIP Dr. Asep Sahrudin. Pembukaan oleh Ketua Umum MA KH. Embay Mulya Syarief yang diwakilkan kepada Dr. Muhammad Zen sebagai Ketua Bidang Pendidikan Mathla’ul Anwar.

Facebook Comments Box