Perjalanan I Nyoman Parta di Senayan: 5 Tahun di Ekonomi, Kini Masuk Jantung Penegakan Hukum
JAKARTA — Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Bali, I Nyoman Parta, membagikan refleksi perjalanan politiknya selama menjadi wakil rakyat melalui akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan tersebut, i Nyoman Parta menegaskan bahwa hidup akan menjadi lebih berwarna ketika seorang politisi tidak terjebak di zona nyaman.
I Nyoman mengawali kisahnya dengan mengenang lima tahun pengabdian di Komisi VI DPR RI, di mana komisi yang membidangi urusan ekonomi dan perdagangan. Selama periode itu, ia bermitra dengan sejumlah kementerian strategis seperti Kementerian BUMN, Kementerian Investasi dan Penanaman Modal, serta Kementerian Perdagangan, dan terlibat langsung dalam pengawasan sektor-sektor vital perekonomian nasional.
Perjalanan kemudian berlanjut ke Komisi X DPR RI selama satu setengah tahun. Di komisi yang membidangi pendidikan, kebudayaan, olahraga, dan riset tersebut, I Nyoman berinteraksi erat dengan Kementerian Pendidikan, Kementerian Kebudayaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta lembaga-lembaga seperti BRIN dan BPS.
Ia juga banyak berdialog dengan rektor, guru, dosen, seniman, dan pegiat kebudayaan, memperkaya perspektifnya mengenai pembangunan sumber daya manusia.
Tak hanya di komisi, I Nyoman juga mencatat pengalamannya selama satu setengah tahun menjabat sebagai Ketua Poksi di Badan Legislasi (Baleg) DPR RI. Dalam peran itu, ia terlibat langsung dalam penyusunan, pembahasan, serta harmonisasi seluruh Rancangan Undang-Undang (RUU), baik yang berasal dari inisiatif Baleg, komisi-komisi DPR, maupun pemerintah, sebelum dibawa ke pembulatan akhir di Senayan.
Memasuki babak baru, sejak 13 Januari 2026, I Nyoman Parta resmi bertugas di Komisi III DPR RI yang membidangi penegakan hukum. Di komisi ini, ia akan bermitra dengan lembaga-lembaga penegak hukum utama seperti Polri, Kejaksaan RI, KPK, PPATK, dan BNN.
“Semua penuh tantangan. Belajar dan terus belajar,” tulis I Nyoman.
Lebih lanjut, I Nyoman menekankan bahwa di manapun ditempatkan, seorang wakil rakyat harus tetap berguna, bermanfaat, dan bermakna bagi masyarakat.
Dalam unggahan yang sama, I Nyoman juga membagikan aktivitas terkininya yang baru saja menyelesaikan kunjungan kerja di Mapolda Kepulauan Riau, bertemu langsung dengan aparat penegak hukum (APH) sebagai bagian dari tugas barunya di Komisi III.
Menutup refleksinya, I Nyoman Parta menyerahkan hasil dari seluruh proses pengabdian itu kepada waktu dan kehidupan.
“Selebihnya, biarkan semesta yang mengaturnya,” pungkasnya.