Roberth Rouw: Bencana di Sumatera Bukan Semata gegara Cuaca Ekstrem, tapi Akibat Kerusakan Hutan
JAKARTA – Wakil Ketua Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Roberth Rouw menyampaikan bencana banjir besar yang menelan ratusan korban jiwa di Sumatera bukan semata-mata disebabkan cuaca ekstrem, namun bemcana akibat kerusakan hutan skala besar. Ronerth menyebut, kerusakan hutan dibiarkan tanpa penindakan.
“Kalian lihat saja, di banjir yang turun itu berapa banyak kayu gelondongan yang dibawa air. Berarti ada pengrusakan hutan yang masih dilakukan di daerah-daerah itu,” kata Roberth seperti disampaikan kepada wartawan, Jakarta, Sabtu (6/12/2025).
Roberth menolak narasi yang menyebut cuaca ekstrem sebagai penyebab utama, mengingat curah hujan tinggi bukan fenomena baru.
“Dulu juga ada hujan lebat tetapi tidak terjadi apa-apa. Kenapa sekarang ada terjadi? Ini alam menunjukkan bahwa ini loh yang dilakukan oleh manusia terhadap alam,” ujar Roberth.
Lebih lanjut, Roberth juga menjelaskan duka mendalam atas banyaknya korban yang tercatat hingga akhir November. “Kami menyatakan turut berduka atas korban jiwa yang cukup besar. Per 30 November, 442 orang meninggal, 402 hilang,” ungkapnya.
Untuk itu, Roberth mendesak pemerintah melakukan penindakan hukum terhadap pihak-pihak yang diduga merusak hutan hingga memicu bencana.
“Harus ada penanganan, penindakan hukum dilakukan. Karena ada perusakan hutan besar-besaran dilakukan di sana. Setelah kejadian baru terbuka mata, ternyata ada perusakan hutan yang begitu besar di sana,” tegasnya.
Ia meminta pemerintah segera mengevaluasi seluruh aktivitas perusahaan kehutanan di wilayah terdampak sebelum muncul korban berikutnya.
“Tidak boleh tunggu sampai ada korban jiwa lagi. Masyarakat menjadi korban, menjadi tumbal karena ada perusahaan-perusahaan hutan yang dilakukan,” tutup Roberth.