Safaruddin Dorong Reformasi Polri Fokus pada Perubahan Kultur dan Perilaku Aparat

 Safaruddin Dorong Reformasi Polri Fokus pada Perubahan Kultur dan Perilaku Aparat

JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP Safaruddin nilai pentingnya reformasi Polri yang menyentuh aspek mendasar, yakni perubahan kultur dan perilaku aparat kepolisian. Hal ini disampaikannya menyusul masih maraknya keluhan masyarakat terkait tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum polisi di lapangan.

Safaruddin menilai, reformasi Polri tidak cukup hanya dilakukan melalui pembentukan tim oleh pemerintah. Menurutnya, Komisi III DPR RI juga memiliki peran penting dalam mendorong perubahan tersebut, terutama agar aparat kepolisian benar-benar menjalankan fungsi sebagai pelayan dan pelindung masyarakat.

“Yang perlu direformasi itu kultur Polri yang utama. Artinya, perilaku Polri sebagai pelayan masyarakat dan pelindung masyarakat harus mengalami perubahan ke arah yang lebih baik,” kata Safaruddin saat ditemui wartawan, Jakarta, Senin (19/1/2026).

Ia menekankan bahwa persoalan perilaku aparat tidak dapat dilepaskan dari proses pembentukan sumber daya manusia di tubuh Polri. Ia menyoroti pentingnya proses rekrutmen yang ketat dan sesuai standar guna mencegah lahirnya aparat yang tidak kompeten.

Safaruddin menyampaikan, rekrutmen yang tidak selektif berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang. Aparat yang tidak memenuhi kualifikasi akan tetap bertugas hingga puluhan tahun, sehingga berisiko melahirkan praktik penegakan hukum yang menyimpang.

“Kalau dari internal saja sudah tidak bagus, ke depan itu berbahaya. Yang seharusnya melayani tidak melayani, yang seharusnya menegakkan hukum dengan benar justru tidak ditegakkan,” pungkasnya.

 

Facebook Comments Box