Segera TERBIT Buku Terbaru Bamsoet ke-38: 1001 GAGASAN UNTUK GOLKAR

 Segera TERBIT Buku Terbaru Bamsoet ke-38: 1001 GAGASAN UNTUK GOLKAR

Panduan Eksekusi Strategi Politik, Organisasi dan Pengabdian

DALAM buku ini Bambang Soesatyo — dengan pengalaman panjang di panggung politik nasional — menyajikan kompendium gagasan praktis dan visioner untuk menguatkan kembali posisi Partai Golkar sebagai kekuatan politik yang modern, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

Tercatat 1001 ide yang tersusun rapi: mulai dari pembenahan internal partai dan kaderisasi berbasis meritokrasi, strategi komunikasi digital, penguatan basis suara di daerah, hingga arah kebijakan ekonomi, pendidikan, dan ketahanan nasional yang
berpihak pada usaha Kecil dan menengah.

Setiap gagasan dirancang menjadi peta jalan implementatif – bukan sekadar retorika sehingga bisa langsung menjadi rujukan bagi pengurus, fraksi sayap partai, hingga kader akar rumput yang ingin menerjemahkan visi menjadi aksi nyata.

Baca, renungkan, dan jadikan gagasan-gagasan ini bahan kerja kolektif untuk menata masa depan Golkar yang lebih kuat, berwibawa, dan berkhidmat bagi bangsa.

Meliputi Key Performance Indicators (KPI):

​1. Pilar Elektoral (Pencapaian Suara) dengan indikator paling nyata untuk melihat keberhasilan partai dalam kompetisi politik.
​-Target kenaikan persentase suara nasional atau daerah dibandingkan pemilu sebelumnya.
​-Jumlah Kursi di Parlemen: Penambahan kursi di tingkat DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kota/Kabupaten.
​-Kemenangan Pilkada
​-Retensi Pemilih: Persentase pemilih lama yang kembali memilih partai tersebut di pemilu berikutnya.

​2. Pilar Kaderisasi dan Organisasi untuk menilai sejauh mana partai mampu mengelola struktur internal dan mencetak pemimpin baru.

​-Pertumbuhan Anggota Terdaftar: Jumlah anggota baru yang memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) secara digital maupun fisik.

-Keaktifan Struktur Cabang: Persentase kepengurusan yang terbentuk dan aktif hingga tingkat desa/kelurahan

​-Efektivitas Sekolah Partai: Jumlah kader yang lulus pelatihan kepemimpinan dan siap ditempatkan sebagai calon legislatif atau pejabat publik.

-Keterlibatan Kelompok Strategis: Persentase keterwakilan perempuan (minimal 30%) dan kaum muda dalam struktur inti partai.

​3. Pilar Representasi dan Kebijakan untuk menilai sejauh mana partai menjalankan fungsinya sebagai penyambung lidah rakyat.

​-Produktivitas Legislasi: Jumlah Rancangan Undang-Undang (RUU) atau Peraturan Daerah (Perda) yang berhasil diinisiasi atau dikawal oleh fraksi partai.

​-Kehadiran di Masyarakat: Frekuensi kegiatan bakti sosial, advokasi warga, atau penanganan krisis di luar masa kampanye.

​-Respon Terhadap Isu Publik: Kecepatan dan ketepatan sikap resmi partai (press release/kebijakan) terhadap isu-isu krusial nasional.

​-Tingkat Kepuasan Publik (Survei): Skor popularitas dan elektabilitas partai dalam survei independen secara periodik.

​4. Pilar Transparansi dan Digitalisasi untuk menilai modernitas dan akuntabilitas tata kelola partai.

​-Opini Audit Keuangan: Mendapatkan predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) untuk laporan keuangan partai setiap tahun.

-Engagement Media Sosial: Tingkat interaksi (likes, shares, comments) di platform digital sebagai indikator jangkauan komunikasi politik.

-Transparansi Informasi: Ketersediaan data program kerja dan laporan kinerja yang bisa diakses publik secara daring.
​-Matriks Ringkasan KPI Partai Politik.

Facebook Comments Box