THR atau TBR?

 THR atau TBR?

Ustadz Ahmad Yani

THR singkatan Tunjangan Hari Raya sudah sangat akrab ditelinga kita, sejumlah uang atau hadiah yang diberikan perusahaan atau para Aghniya kepada Ummat Islam yang melaksanakan Puasa di Bulan Ramadhan.

THR biasanya digunakan penerima untuk berbagai keperluan komsumtif Mudik, membeli aneka kue kue, makanan, pakaian baru dan untuk rekreasi atau bahkan membeli perabotan perabotan baru di rumah. Terkesan THR hanya digunakan untuk menghilangkan nilai nilai hakiki dari Puasa yang sebenarnya identik dengan ujian kita menahan Hawa Nafsu, berhemat dan memahami nasib saudara kita yang lapar atau dhu’afa guna memenuhi kebutuhan pokoknya sehari hari, sehingga ummat Islam dengan berpuasa bisa termotivasi untuk mengeluarkan Zakat hartanya.

TBR Singkatan dari Tunjangan Bulan Ramadhan, seharusnya jauh lebih utama dan Bermakna dibandingkan THR, karena Dibulan Suci Ramadhan tersebut berapa banyaknya ummat Islam yang harus bekerja keras membanting tulang untuk bisa tetap menghidupi keluarganya meskipun dalam suasana Berpuasa.

Apalagi Dalam satu Hadits yang Diriwayatkan Imam Tirmidzi bahwa Pahala Orang yang memberikan Makanan Berbuka Puasa itu sama pahalanya dengan orang yang berpuasa tersebut tanpa kurang sedikitpun, bahkan Orang itu akan didoakan Malaikat, dijauhkan dari api neraka, diampuni dosanya serta mendapat keberkahan hidup.

Makanya TBR yang kita berikan kepada kaum Dhu’afa, Fakir Miskin, pekerja pabrik dan lain sebagainys sebelum atau selama Bulan Ramadhan akan jauh lebih bermakna, bermanfaat serta berdampak dibandingkan dengan THR yang umumnya digunakan penerima untuk hal-hal yang bisa menghilangkan Hakikat serta nilai-nilai Pahala BerPuasa.

Semoga jadi Telaah !

Oleh: Ustadz Ahmad Yani, Pjt Ketua Kerohanian DPP Ormas MKGR

Facebook Comments Box