Fahri Hamzah yang Sakti, Unik, Suci dan Kontroversial

 Fahri Hamzah yang Sakti, Unik, Suci dan Kontroversial

Oleh: Ubedilah Badrun, Mantan Aktivis, Pengamat Politik Sekaligus Pengajar di Universitas Negeri Jakarta mata kuliah Sosiologi Politik 

Fahri Hamzah ini anggota DPR yang sakti, unik, suci dan kontraversial.

Sakti karena ia diminta mundur oleh partainya dari posisi wakil ketua DPR ia tidak bergeming. Seperti pendekar yang tidak tembus peluru.

Unik karena satu satunya anggota DPR yang tidak memiliki partai politik karena partainya sudah mengeluarkan Fahri dari keanggotaan partai tapi masih bisa dan bahkan eksis jadi anggota DPR sekaligus Wakil Ketua DPR.

Kontraversial karena tidak sedikit pernyataan pernyataanya melawan arus umum terutama terhadap pemerintah Jokowi.

Suci karena pernyataan pernyataanya terkait tuduhan korupsi ia tolak. Fahri nampak sangat suci dari korupsi.

Pada posisi kontraversial dan terkesan suci tersebut dalam terminologi politik sosok seperti Fahri Hamzah ini menjadi pekerja politik yang kehilangan pijakan sekaligus kehilangan arah. Kehilangan pijakan karena ia akan terasing secara psikologis dari partai yang pernah membesarkanya. Apalagi sikap sikap politiknya yang tergolong berani melawan atau berlawanan dengan tokoh dan elit strategis partainya dulu.

Ia terjebak dalam imajinasi dirinya dan terjebak dalam persepsi puja-puja yang dapat membahayakan dirinya dalam karir politik. Persepsi puja puja yang dinikmati olehnya ini sampai pada meta imajinasi yang mulai keluar dari kesadaran rasional dan empirik dalam politik.

Saya kira sebagai akademisi perlu memberikan sedikit solusi untuk Fahri Hamzah agar kembali pada pijakan empirik dalam berpolitik dan mulai menurunkan sedikit tensi personal politiknya. Agar ia tidak menjadi bahan kajian yang liar di mahasiswa FISIP semester dua.

Semoga saja bisa mempertimbangkan arah dan benar tidak terlibat sejumlah kasus korupsi. []

Facebook Comments Box