DPP Pemuda Perindo: Jangan Jualan Agama Demi Suara!

 DPP Pemuda Perindo: Jangan Jualan Agama Demi Suara!

Ketua Umum DPP Pemuda Persatuan Indonesia (Perindo) Effendi Syahputra

JAKARTA, Lintasparlemen.Com – Menyikapi semakin memanasnya pertarungan pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta, Ketua Umum DPP Pemuda Persatuan Indonesia (Perindo) Effendi Syahputra menghimbau agar seluruh pihak yang akan bersaing mengedepankan semangat Persatuan Bangss, khususnya kalangan Pemuda.

Effendi berharap generasi muda lewat akun-akun sosial media untuk menampilkan dan mengedepankan etika berpolitik dan semangat toleransi bersuku dan beragama.

“Saya melihat pertarungan Pilgub DKI ini sudah memasuki ranah agama yang diproduksi sedemikian rupa dalam menggalang dukungan. Dalam hal ini kita perlu berhati-hati jangan sampai Pilgub DKI Jakarta yang hanya berlangsung di Jakarta malah melahirkan sentimen agama secara luas di seluruh Indonesia,” ujar Effendi seperti rilis yang simpaikan, Jakarta, Senin (14/03).

Effendi memberi catatan khusus dalam penggunaan testimoni berupa “Saya Muslim Saya Pilih Ahok”. Menurut Effendi testimonial kampanye seperti ini sungguh tidaklah etis dan rentan perdebatan serta perpecahan. Apalagi jelas Effendi, akhir-akhir ini kerap kebablasan dalam penggunaan konten tersebut.

“Saya memandang ini dalam konteks yang rasional saja, misalnya ada testimonial ‘Saya Muslim Saya Pilih Ahok’ yang disebarluaskan di sosial media. Kemudian di pihak lain muncul lagi ‘Saya Muslim Saya Tidak Pilih Pemimpin Non Muslim’. Kekhawatiran saya jika perbedaan pandangan ini meluas kepada debat sosial media yang lebih kepada SARA, bukan substansi siapa yang tepat memimpin Jakarta lagi,” jelas Effendi.

Kekhawatiran ini menurut Effendi ia ungkapkan karena melihat fenomena sosial media yang terkadang sudah sangat tidak rasional, menjurus pada caci maki dan hinaan satu sama lain.

“Proses demokrasi seperti Pilgub DKI ini hendaknya melahirkan pemikiran yang konstruktif, ide yang kreatif dan bagaimana mengenalkan figur yang tepat kepada publik, bukan malah melahirkan bibit perpecahan. Tak perlulah memancing-mancing debat yang pada akhirnya membuat kita tidak nyaman satu sama lain, seperti hal nya pilpres kemarin” ujarnya.

Effendi secara tegas menghimbau Warga DKI agar memilih pemimpin yang benar-benar melahirkan harmonisasi kehidupan bermasyarakat, pemimpin yang mengedepankan etika dan memiliki keberpihakan nyata kepada warga masyarakat bawah. (SCA)

 

Digiqole ad

Berita Terkait