Fahri Dipecat, Apa Ini Sinyal PKS Dapat Jatah Reshuffle Kabinet?

 Fahri Dipecat, Apa Ini Sinyal PKS Dapat Jatah Reshuffle Kabinet?

Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi PKS Fahri Hamzah (Peci hitam) Sumber: Kresno, dpr.go.id

JAKARTA, Lintasparlemen.Com – Kekisruhan di internal Partai Keadilan Sejahera (PKS) yang dipimpin Presiden Mohamad Sohibul Iman makin meruncing. Ada sinyalemen menyebutkan bahwa kedatangan Presiden PKS Sohibul Iman dan jajaran pengurus PKS ke Istana menemui Presiden Jokowi beberapa waktu menimbulkan beragam spekulasi.

Ada informasi bahwa PKS akan berpaling dari KMP ke KIH. Termasuk isu penggantian Fahri Hamzah dari kursi Wakil Ketua DPR disebut sinyal kuat. Bahkan sesuai penyataan Sohibul Iman saat ini Fahri Hamzah sudah dipecat dari seluruh jenjang kader di partai dakwah itu.

Di tengah kabar isu reshuffle kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla makin kencang isu pemecatan Fahri Hamzah sebagai kader PKS. Apa hal ini ada hubungannya kader PKS ada yang ‘diangkut’ ke istana? Entahlah. Hanya Presiden PKS yang tahu.

“Ada persoalan besar yang harus dihadapi, saya bingung ada apa ini. Saya mau dihabisi sehabis-habisnya,” ujar Fahri saat jumpa pers di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (04/04).

Yang jelas saat ini Fahri sedang menyusun strategi melawan partai yang telah membesarkan namanya itu. Ia pun berencana akan menempuh jalur hukum menggugat pemecatan itu.

“Saya benar-benar akan bawa ini ke ranah hukum. Karena menurut saya, PKS telah melakukan perbuatan melawan hukum yang sangat serius. Dan saya akan melakukan hak saya sebagai warga negara untuk mencari kebenaran dan keadilan melalui jalur hukum. Saya ingin langkah-langkah hukum berjalan,” terang Mantan Ketua Umum KAMMI ini.

“Pada persidangan yang ada dan digelar di internal PKS sangat ilegal dan fiktif. Karena itu, saya sudah meminta ke Kemenkum HAM apakah mahkamah partai sudah disahkan, ternyata belum juga. Ada apa ini,” tandas Fahri yang menyebut pimpinan partainya tidak mengikuti AD/ART.

Saat ditanya soal tawaran dari partai lain usai dipecat dari PKS. Ia hanya menjawab secara diplomatis bahwa dirinya belum bisa mengambil sikap dalam waktu dekat ini.

“Kalau saya jawab, bisa ramai masalahnya. Nanti saya ya. Yang jelas saya pendiri partai, dan saya sebelumnya eksponen dari gerakan yang melawan otoritarianisme negara. Perlu diketahui, bukan saya yang memulai kasus ini (tapi Presiden PKS Sohibul Iman, red) saya tidak mau cari gara-gara, tidak mau cari musuh,” pungkas. (Okky Zulindra)

 

 

Digiqole ad

Berita Terkait