Insiden Mako Brimob, MUI Minta Pelaku Aksi Terorisme Itu Dihukum Seberat-beratnya

Insiden Mako Brimob, MUI Minta Pelaku Aksi Terorisme Itu Dihukum Seberat-beratnya

BERBAGI
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Sa'adi yang juga Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PPP (foto: Afif)

JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutuk keras insiden yang terjadi di Mako Brimob Kelapa Dua. Peristiwa tersebut telah menimbulkan korban jiwa para petugas kepolisian.

Menurut Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi,  tindakan melawan aparat keamanan yang sedang melaksanakan tugas
adalah tindakan kejahatan dan kriminal yang tidak bisa ditolerir dan pelakunya harus diberikan ancaman hukuman yang seberat-beratnya.

“MUI meminta kepada kepolisian RI untuk bertindak cepat dan tegas mengatasi masalah tersebut sehingga pelakunya dapat segera diamankan agar tidak menimbulkan korban jiwa yang lebih banyak dan dapat memulihkan rasa aman kepada masyarakat,” jelas Zainut.

Zainut yang juga Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PPP ini menyampaikan,  MUI juga meminta kepada Polri untuk segera memberikan keterangan dan penjelasan terkait dengan peristiwa yang sebenarnya.

“Sehingga dapat menepis berita hoax dari berbagai media sosial yang menjadi viral di masyarakat, yang sumbernya tidak bisa dipertanggung jawabkan,” lanjut Zainut.

Untuk itu, MUI mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing dan terprovokasi dengan beredarnya berbagai rumor dan berita tersebut. Menyerahkan sepenuhnya penanganan masalah ini kepada aparat keamanan, karena kami yakin Polri dan TNI akan mampu mengatasi dan memulihkan keadaan ini secepatnya.

“Mari kita bersama-sama ikut berdoa dan membantu menjaga situasi dan kondisi agar tetap kondusif sehingga tidak menimbulkan kepanikan dan kecemasan di tengah masyarakat,” pinta mantan Ketua Umum IPNU dua periode ini.

Selain itu,  MUI jiga menyampaikan rasa duka yang mendalam atas gugurnya para anggota kepolisian yang sedang melaksanakan tugas, semoga amalnya dicatat sebagai amal kebajikan dan diberikan balasan pahala yang berlipat oleh Allah SWT. Kepada keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan kesabaran dan kekuatan.

“MUI juga memberi apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Polri yang telah berhasil mengatasi situasi dan memulihkankan keadaan di Rutan Cabang Salemba di Mako Brimob dengan pendekatan persuasif dan profesional,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, Kerusuhan meletus pada Selasa (8/5) pukul 19.30 WIB. Lima polisi tewas, satu napi tewas. Meski satu sandera dari pihak polisi sudah berhasil dibebaskan, namun napi teroris terus menguasai sebagian blok di Mako Brimob.

Itu artinya, sudah 36 jam lebih narapidana terorisme beraksi di Markas Korps Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. (HMS)

 

Facebook Comments