Iran Menang Sementara terhadap Subversif Asing, Tetapi Ancaman Perang dari AS dan Israel Selalu Mengintai

 Iran Menang Sementara terhadap Subversif Asing, Tetapi Ancaman Perang dari AS dan Israel Selalu Mengintai

Kepemimpinan Imam Ali Khamenei yang kuat, kredibel dan memiliki legitimasi yang besar dari rakyat Iran, berhasil mematahkan usaha gerakan subversif khas intelijen Barat terhadap negara dengan sejarah panjang yang hanya bisa dibandingkan dengan bangsa China tersebut.

Adalah mencemaskan jika membayangkan Imam Ali Khomenei jatuh seperti Soekarno yang dipaksa oleh pukulan demonstrasi generasi muda yang disokong secara terbuka oleh tentara klik Soeharto. Ternyata, Iran bukanlah Indonesia, dan Imam Ali Khomenei bukan juga Soekarno yang mudah diframing dan distigma sebagai simbol diktator yang korup dan tak bermoral. Imam Ali Khomenei bersih dari objek tudingan sebagai diktator yang kejam, apalagi sebagai figur yang korup dan tidak bermoral. Kehidupannya yang sederhana dan citranya sebagai panutan moral yang jauh dari kemewahan dan egoisme, menjadi benteng tersendiri terhadap serangan propoganda. Satu-satunya yang dapat dieksploitasi sebagai penyulut ketidakpuasan ialah kondisi perekonomian dan perdagangan di Iran yang memang sulit untuk menikmati keuntungan, misalnya seperti di negara-negara yang tidak dicekik oleh embargo Amerika. Di titik ini pun, Imam Ali Khomenei dan pemerintah Iran tidak bersalah dengan keadaan yang berlangsung, karena sebenarnya keadaan itu dipaksakan terjadi oleh Amerika Serikat dan sekutunya. Iran tidak memiliki keleluasaan perdagangan seperti yang dinikmati, misalnya seperti Indonesia atau Malaysia. Tetapi dalam kondisi seperti itu pun, nyatanya Iran dapat bertahan dan menyelamatkan keutuhan dan persatuan negaranya dalam melalui puluhan tahun embargo. Tentu tidak banyak negara mencapai keajaiban kepemimpinan semacam itu.

Sekarang keadaan berangsur menuju stabil dan dingin, namun ancaman internal tersebut mungkin sementara waktu dapat dikendalikan. Tetapi ancaman serangan Amerika Serikat dan Israel seperti tahun lalu, sewaktu-waktu dapat kembali menargetkan situs-situs militer Iran dan juga pembunuhan terhadap pejabat-pejabat tinggi Iran, dan terutama pemimpin puncak Iran sendiri, Imam Ali Khomenei. Ancaman tersebut, tentunya jauh hari sudah diantisipasi oleh Iran.

Namun dengan terjadinya kerusuhan massa berhari-hari dan meluas di Iran hingga merenggut nyawa cukup banyak–sampai ribuan–tentu merupakan pertanda dan alarm bagi dinamika sosial politik di Iran di tengah zaman yang kini memang secara drastis berubah, baik akibat pengaruh digital sehingga memungkinkan informasi banjir dan perilaku massa berubah, maupun dunia yang multipolar, yang akibatnya percepatan dan keanekaragaman model persaingan pengaruh antar negara.

*Iran Adalah Pelajaran*

Ketahanan Iran dalam menyelamatkan dan mengembangkan eksistensinya di tengah tekanan dan ancaman yang demikian tinggi, merupakan pelajaran yang sangat berharga. Salah satu pelajarannya ialah bahwa legitimasi yang kuat secara kualitatif dari kepemimpinan Imam Ali Khomenei atas rakyat Iran merupakan penjamin kelangsungan dan kelanggengan negara tersebut. Selain itu, kekuatan persenjataannya yang memiliki efek gentar bagi lawan, khususnya menonjol pada aneka macam rudal yang memiliki jangkauan dan kecepatan luar biasa yang diproduksi secara mandiri, dapat dipandang sebagai faktor penjamin kelangsungan Iran di bawah otoritas Imam Ali Khomenei.

Ke depan, ketidakterdugaan dan ketidakmenentuan tantangan, tetap menjadi sarapan harian bagi kepemimpinan Wilayatul Faqih dalam menavigasi Iran yang tahan banting sekaligus rentan. Banyak negara yang cemburu dan dengki terhadap Iran, mengingat posisinya sebagai acuan representasi dunia Islam yang mandiri dan bersikukuh mempertahankan diri di luar dikte Barat.

Nampaknya, dengan kegagalan subversif dari Amerika Serikat yang merongrong Iran beberapa waktu lalu itu, membuat kredibilitas Iran meroket, terutama saat orang membandingkan dengan nasib Venezuela.

Ini semua karena Iran memiliki pemimpin yang konsisten, penuh integritas, pandangan yang luas dan pengalaman ujian yang luar biasa.

Bhre Wira, pemerhati dunia Islam

Facebook Comments Box