Lewat Quote Prof Adies Ajak Anak Muda Berproses Seperti Padi, Tidak Langsung Menguning…

 Lewat Quote Prof Adies Ajak Anak Muda Berproses Seperti Padi, Tidak Langsung Menguning…

“Teruslah Berproses, Karena Padi yang Menguning Hari Ini Tidak Ditanam Kemarin,” kata Wakil Ketua DPR RI Prof. Dr. Ir. H. Adies Kadir, SH, MHum dikutip dari halaman Instagram-nya, Kamis (22/1/2026).

Melalui Instagram, Prof Adies kerap mengingatkan bahwa hidup tidak pernah lahir dari hasil yang instan. Segala capaian, keberhasilan, dan kematangan adalah buah dari proses panjang yang sering kali sunyi, melelahkan, bahkan tak jarang menyakitkan.

Dalam satu pesan saktinya itu, ia menegaskan sebuah kebenaran sederhana namun dalam maknanya: “Teruslah berproses, karena padi yang menguning hari ini tidak ditanam kemarin,” tulis Adies dikomentari banyak dari kaum milenial.

Pesan ini bukan sekadar metafora pertanian, melainkan gambaran utuh tentang perjalanan hidup manusia. Padi yang menguning, siap dipanen, adalah simbol keberhasilan, kemapanan, dan hasil yang membanggakan.

Namun di balik bulir-bulir emas itu, ada waktu panjang yang telah dilalui—dari menyiapkan tanah, menanam benih, merawat dengan kesabaran, menghadapi hujan dan panas, hingga menunggu tanpa kepastian kapan hasil itu benar-benar datang.

Dalam kehidupan, sering kali manusia hanya melihat hasil akhir. Kita melihat keberhasilan seseorang, pencapaiannya, posisinya, atau pengaruhnya, lalu tergoda untuk membandingkan dengan perjalanan diri sendiri. Padahal, setiap orang memiliki musim tanam yang berbeda. Ada yang menanam lebih awal, ada yang menanam lebih lambat. Ada yang tanahnya subur sejak awal, ada pula yang harus membersihkan bebatuan terlebih dahulu sebelum benih bisa tumbuh.

Adies yang juga Ketua Umum DPP Ormas MKGR menekankan bahwa proses adalah bagian yang tidak bisa ditawar. Tidak ada jalan pintas yang benar-benar kokoh. Apa pun yang diraih tanpa proses biasanya rapuh, mudah runtuh ketika diuji.

Sebaliknya, pesan Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar itu, sesuatu yang dibangun dengan ketekunan akan memiliki akar yang kuat, sanggup bertahan dari terpaan perubahan dan tantangan zaman.

Dalam proses itu, sering kali kita merasa tidak berkembang, tidak maju, bahkan tertinggal. Namun sesungguhnya, pada saat itulah akar sedang tumbuh ke dalam. Dan akar yang kuat memang tidak terlihat dari permukaan. Ia bekerja diam-diam, jauh dari sorotan, tetapi menentukan seberapa tinggi dan kuat batang akan berdiri kelak.

Pesan Prof Adies ini juga mengajarkan kesabaran dan kejujuran pada diri sendiri. Tidak semua hasil harus datang hari ini. Tidak semua usaha langsung terlihat manfaatnya. Ada ilmu yang baru terasa nilainya bertahun-tahun kemudian. Ada keputusan benar yang awalnya terasa berat, tetapi menyelamatkan di masa depan.

“Teruslah berproses,” adalah ajakan untuk tidak menyerah pada keadaan. Untuk tetap belajar meski belum dihargai. Untuk tetap bekerja dengan integritas meski belum diapresiasi. Untuk tetap konsisten meski hasil belum tampak. Karena waktu adalah bagian dari proses itu sendiri.

Seperti petani yang tidak setiap hari mencabut padi untuk memastikan ia tumbuh, manusia pun perlu percaya bahwa kerja keras yang dilakukan dengan niat baik akan menemukan waktunya sendiri untuk berbuah. Yang terpenting adalah tidak berhenti menanam, tidak berhenti merawat, dan tidak berhenti berharap.

Pada akhirnya, ketika masa panen tiba, kita akan mengerti bahwa penantian itu tidak sia-sia. Bahwa kelelahan itu membentuk ketangguhan. Dan bahwa setiap proses yang dijalani dengan kesungguhan akan membawa kita pada hasil yang bukan hanya membanggakan, tetapi juga bermakna.

Karena benar adanya: padi yang menguning hari ini tidak ditanam kemarin.

Ia adalah bukti dari kesabaran, ketekunan, dan keberanian untuk terus berproses.

Facebook Comments Box