Orang Indonesia Tidak Tahu Mana yang Harus Dilawan?

 Orang Indonesia Tidak Tahu Mana yang Harus Dilawan?

Orang Indonesia kebingungan. Mereka tahu mereka sengsara, sementara segolongan lain hidup dalam kemewahan dan berkuasa di atas hukum. Tapi mereka tidak tahu mengapa terjadi keadaan demikian. Mereka bingung mau bertindak apa. Jika mereka melawan, seperti membentur tembok tebal. Akhirnya sebagian pasrah saja. Cari selamat masing-masing. Sebagian lagi, bertahan dengan hidup yang suram dan menyiksa. Sebagian lagi tentunya ikut menjadi kaki tangan asal dapat uang.

Mereka tak mengenali bagaimana negara telah berubah menjadi agen dan alat dari mereka yang menguasai sumber-sumber ekonomi. Bagaimana aparatus negara sejak pada tahap perekrutan telah dikorup, dilaundry dengan air kotor korupsi. Alih-alih menjadi bersih, pariot, idealis, malah belajar bagaimana menggunakan wewenang untuk korup, mencari uang dan objek pemerasan dan pengisapan.

Ini semua karena negara sejak Orde Baru, dan menjadi-jadi sejak reformasi 27 tahun yang lalu telah bergeser dan bermutasi menjadi alat bagi kaum plotokrat (penguasa sumber-sumber uang) untuk menegakkan sistem kediktatoran kapitalis (capitalist diktatorship) – merunut istilah Milan Zafiravski.

Adapun pemilu langsung dan pilpres langsung, hanyalah alat bagi kediktatoran kapitalis untuk menyembunyikan sistem kekuasaan mereka yang nyaris absolut dari mata rakyat, tapi pada saat yang sama untuk memperdaya rakyat dan mengekalkan kekuaan mereka agar tetap mendapat legitimasi semu dan supaya tetap tak tersentuh. Mereka seperti dalang yang memainkan wayang dan jadi tontonan, dan penonton mengira wayang-wayang itu memiliki kekuatan dan kehendak, padahal tidak. Di tangan sang dalanglah skenario dan dinamika lakon, ditentukan.

Pada 2016, pentolan-pentolan kediktatoran itu muncul ke publik. Mereka rupanya sempat merasa terancam oleh demonstrasi umat Islam yanh massif, walaupun mereka yakin, jalannya peristiwa dan dinamika tetap terkendali di tangan mereka. Dan memang nyatanya demikian. Dan pada saat peresmian IKN, lagi-lagi mereka menampakkan diri. Jadi memang mereka tak tergoyahkan–setidaknya sampai saat ini.

Lalu Bagaimana?

Tidak ada cara lain, selain melawan sistem kediktatoran kapitalis ini yang telah begitu melembaga dan dilegitimasi oleh hukum-hukum yang diterapkan.

Soren Kickgerd

Note: Di sini dilampirkan foto-foto terkat.

Facebook Comments Box