Pemilu Telah Usai, Mari Kita Berdamai

Pemilu Telah Usai, Mari Kita Berdamai

SHARE

PIDATO KETUA DPR RI
PADA RAPAT PARIPURNA DPR RI
PEMBUKAAN MASA PERSIDANGAN V
TAHUN SIDANG 2018–2019

RABU, 8 MEI 2019

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh,
Salam Sejahtera bagi kita semua,

Yang kami hormati:
− Para Wakil Ketua DPR;
− Para Anggota DPR;
− Hadirin yang berbahagia.

Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, yang telah memberikan nikmat dan karunia-Nya sehingga pada hari ini kita dapat kembali hadir dalam Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan V Tahun Sidang 2018–2019.
Sebelum melanjutkan pidato pembukaan ini perkenankan saya menyampaikan dua buah bait pantun :

Anak desa hendak pergi ke kota,
Mengadu nasib mencari nafkah.
Selamat datang wahai para anggota,
Ayo kita kerja melanjutkan amanah.

Putera mahkota si anak Raja,
Di ajar memimpin dengan bijaksana.
Bulan puasa bulan yang sangat mulia,
Mari kita tingkatkan iman dan takwa.

Sidang Dewan yang saya hormati, hadirin yang saya muliakan,

Sebagai awal pidato pembukaan ini, atas nama Pimpinan DPR, saya mengucapkan Selamat Datang kepada seluruh Anggota DPR, baik yang telah selesai berjuang maupun yang masih berjuang menjaga suara di daerah pemilihan masing-masing. Saya salut, di tengah kesibukan melaksanakan kampanye Pemilu para anggota Dewan tetap bekerja secara professional untuk menyerap aspirasi masyarakat guna diperjuangkan pada masa persidangan berikutnya.

Kepada para anggota Dewan yang terpilih kembali, saya mengucapkan Selamat. Sedangkan bagi anggota yang tidak dapat melanjutkan masa pengabdiannya, saya harap tetap semangat untuk bekerja sampai periode ini berakhir. Kegagalan itu hanyalah keberhasilan yang tertunda. Insya Allah di Pemilu 2024 bisa melenggang kembali ke Senayan. Dengan masuknya wajah-wajah baru dalam DPR mendatang, diharapkan akan membawa kemajuan bagi peningkatan kinerja dan citra Dewan.

Selanjutnya, selaku Pimpinan Dewan izinkan saya menyampaikan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1440 H kepada Ummat Islam di seluruh tanah air. Mari kita jadikan puasa sebagai lahan ibadah untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa. Sekaligus momentum untuk meningkatkan solidaritas sosial sesuai dengan hikmah yang terkandung dalam puasa.
Meningkatkan solidaritas sosial diantara sesama anak bangsa adalah sangat relevan ditengah kondisi masyarakat yang terbelah sebagai akibat dari persaingan dalam Pilpres baru-baru ini. Sudah saatnya kita merajut kembali persatuan dan kebersamaan sebagai bangsa. Mari kita bangun silaturrahmi kebangsaan untuk memperkokoh keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Pemilu Telah Selesai, Mari Kita Berdamai.”

Sidang Dewan yang terhormat, hadirin yang saya muliakan,

Pesta demokrasi, Pemilu 2019 yang dilaksanakan pada tanggal 17 April telah berlangsung dengan sukses, aman dan damai. Partisipasi masyarakat yang datang ke TPS juga meningkat, lebih dari 85 %. Dunia mencatat untuk kesekian kalinya Indonesia suskes melaksanakan pemilu secara damai. Sehingga Indonesia masuk dalam barisan negara-negara yang matang dalam berdemokrasi.

Soal banyaknya petugas yang meninggal, kita tentu prihatin dan menyatakan belasungkawa yang dalam. Kita harus segera cari tahu penyebab dan solusinya.

Karena bukan hanya di Pemilu 2019 ini saja yang memakan banyak korban petugas penyelenggara. Saat Pemilu 2014 yang tidak serumit sekarang jumlah kematian petugas KPPS juga ada. Berdasarkan data KPU yang meninggal mencapai 144 orang dan tanpa santunan.

Data itu sebenarnya sudah diantisipasi oleh KPU dan DPR bersama pemerintah dalam setiap pembahasan di Komisi II. Itulah sebabnya mengapa beban jumlah pemilih di setiapTPS pada Pemilu 2019 ini dikurangi atau dibatasi maksimum 300 orang.

Dari berbagai informasi yang kami peroleh, selain faktor umur, riwayat kesehatan, beban kerja serta tekanan psikologis dimana semua pihak ingin menang juga ikut memberi andil salah satu penyebab petugas di lapangan meninggal dunia.

Sekali lagi, atas nama Pimpinan dan seluruh anggota dewan, saya menyatakan bela sungkawa yang sangat mendalam atas meninggalnya para pahlawan demokrasi yang telah menjalankan tugas dengan tulus, sehingga mengorbankan jiwa dan nyawanya. Kepada para keluarga yang tinggalkan, semoga diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah ini.

Dalam kaitan itu, Pimpinan Dewan mendesak pemerintah untuk segera merealisir pemberian santunan kepada keluarga korban maupun kepada mereka yang menderita sakit.

Selanjutnya, Pimpinan Dewan menyerukan kepada semua elemen bangsa untuk bisa menahan diri, mengedepankan sikap kenegarawanan dalam menyikapi proses penghitungan suara yang sedang berlangsung di KPU.

Sikap yang paling bijak adalah menunggu hasil perhitungan manual atau real count yang dilakukan okeh KPU secara berjenjang mulai dari TPS, PPK, KPUD Kabupaten/kota, KPUD Propinsi sampai penghitungan secara nasional di KPU. Jika dalam proses penghitungan suara tersebut terdapat pihak-pihak yang merasa keberatan atau dirugikan hendaknya ditempuh prosedur dan jalur yan disediakan oleh Undang-undang dan Konstitusi Negara.

Pada saatnya nanti DPR perlu melakukan evaluasi secara menyeluruh atas pelaksanaan pemilu serentak yang baru kita laksanakan. Berbagai pandangan masyarakat yang menginginkan pemilu mendatang dilaksanakan secara terpisah dan mengkaji kembali sistem pemilu yang lebih sesuai dengan kemajuan jaman dan kemajuan teknologi seperti e-voting, dan lain-lain, kiranya perlu mendapat perhatian dari kita semua.

Pimpinan Dewan juga meminta Kementerian Kesehatan untuk melakukan pengkajian mengenai sebab musabab banyaknya petugas penyelanggara yang meninggal dunia dan mengalami sakit.

Sebagai wujud tanggung jawab dalam menciptakan keterbukaan dalam penyelenggaraan Pemilu 2019, DPR telah berinisiatif mengundang anggota parlemen negara-negara sahabat sekaligus organisasi internasional yang menjalin kerja sama dengan DPR untuk menyaksikan secara langsung penyelenggaraan Pemilu di Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh delegasi dari Parlemen Turki, Malaysia, Pakistan, dan tiga organisasi internasional, yaitu Organisasi Konferensi Islam (OKI), Westminster Foudation for Democracy (WFD), dan Global Organization of Parliamentarians against Corruption (GOPAC).

Mereka semua memberikan apresiasi kepada Indonesia atas penyelenggaraan pemilu yang damai serta berlangsung secara terbuka dan demokratis.

Sidang Dewan Yang terhormat, hadirin yang saya muliakan,

Sebelum melanjutkan pidato Pembukaan Masa Persidangan V Tahun Sidang 2018–2019, izinkan saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya H. Oo Sutisna, SH., A-351 dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya Dapil Jawa Barat IX, serta Bapak Wasista Bambang Utoyo, A-244 dari Fraksi Partai Golkar Dapil Sumsel I. Mari kita do’akan semoga almarhum mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Allah SWT.

Selanjutnya, perkenankan saya menyampaikan rencana kegiatan DPR pada Masa Persidangan V serta berbagai kegiatan Dewan lainnya yang akan berlangsung di Tahun Sidang 2018–2019.

Pertama, di bidang legislasi, DPR bersama dengan Pemerintah berkomitmen akan menyelesaikan pembahasan RUU yang sudah ditetapkan dalam Prolegnas, yaitu sebanyak 34 (tiga puluh empat) RUU yang masih dalam tahap pembahasan pada Pembicaraan Tingkat I antara DPR dan Pemerintah, baik RUU yang berasal dari DPR, Pemerintah, maupun yang datang dari DPD. Kita optimistis, dengan komitmen bersama tersebut, Insya Allah akan lebih mudah untuk menyelesaikan RUU yang sangat dinanti-nantikan oleh masyarakat.

Beberapa RUU yang mendesak untuk diselesaikan dalam masa sidang ini sampai tanggal 25 Juli 2019 antara lain;
1. RUU tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan
2. RUU tentang Perkoperasian
3. RUU tentang Perubahan atas UU Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat
4. RUU tentang Ekonomi Kreatif.

Disamping itu masih ada beberapa RUU yang macet pembahasannya lantaran pemerintah sampai saat ini belum manyampaikan Daftar Isian Masalah (DIM).

Kedua, di bidang anggaran, pada masa persidangan ini DPR bersama pemerintah akan melakukan pembicaraan pendahuluan berkaitan dengan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Tahun Anggaran 2020 yang akan menjadi landasan dalam menyusun asumsi dasar perhitungan anggaran tahun 2020. DPR berharap agar pembahasan ini akan menghasilkan asumsi dasar ekonomi makro yang mendekati kondisi riil perekonomian saat ini.

Ketiga, di bidang pengawasan, DPR meminta pemerintah untuk memastikan agar kebutuhan pokok masyarakat selama bulan Puasa dan Lebaran tetap tersedia dengan harga yang stabil. Jika terdapat pihak-pihak yang memanfaatkan situasi tersebut dengan mengeruk keuntungan yang berlebihan sehingga merugikan masyarakat, hendaknya diambil tindakan tegas sesuai dengan hukum yang berlaku.

Berkenaan dengan gagasan pemindahan ibukota yang dikembangkan oleh pemerintah, Pimpinan DPR meminta pemerintah untuk melakukan pengkajian secara komprehensif dengan melibatkan berbagai kalangan secara luas. Pada saatnya DPR dalam hal ini Komisi II DPR RI akan melakukan evaluasi dan membicarakan secara bersama-sama dengan pemerintah, apakah gagasan tersebut layak atau tidak untuk dilaksanakan.

Masih terkait dengan fungsi pengawasan, DPR akan menyelesaikan proses uji kelayakan dan kepatutan terhadap Calon Hakim Agung dan calon Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) periode 2019–2024. Pimpinan DPR kembali berharap agar semua proses dilakukan secara transparan dan efektif serta diselesaikan pada masa persidangan ini. Selain itu, DPR juga akan memberi pertimbangan terhadap Calon Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh dari negara-negara sahabat.

Mengenai pelaksanaan tugas Panitia Kerja yang dibentuk melalui Alat Kelengkapan Dewan, Tim Pemantau, dan Tim Pengawas DPR, Pimpinan Dewan meminta agar segera menyelesaikan tugasnya di sisa waktu kerja yang tersedia serta menyampaikan laporan akhir di dalam rapat paripurna DPR yang akan datang. Sehingga, waktu kita lebih banyak untuk bekerja menjalankan fungsi legislasi

Sidang Dewan yang Terhormat,

DPR terus berupaya meningkatkan peran diplomasi parlemen guna memberikan sumbangan yang berarti bagi peningkatan diplomasi Indonesia di dunia internasional. Untuk itu, DPR akan terus mengirim Delegasi guna menghadiri pertemuan, sidang atau konferensi organisasi parlemen regional maupun Kerja Sama Organisasi Internasional.

Berkenaan dengan kunjungan Presiden RI ke Arab Saudi baru-baru ini, DPR memberikan apresiasi terhadap langkah nyata diplomasi yang dilakukan oleh Pemerintah, sehingga Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz Al Saud memberikan tambahan 10.000 (sepuluh ribu) kuota jama’ah haji untuk Indonesia. Hal ini merupakan kabar baik bagi para calon Jamaah haji Indonesia, sehingga akan memperkecil jamaah yang mengalami antrian yang sangat lama.

Untuk itu, Pimpinan DPR meminta komisi terkait agar segera melakukan pembicaraan dengan Kementerian teknis guna mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan terkait dengan penambahan kuota tersebut.

Akhirnya, dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, atas nama Pimpinan DPR dengan ini saya mengumumkan kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa Masa Persidangan V DPR RI, Tahun Sidang 2018–2019, akan dimulai sejak hari ini, Rabu 8 Mei 2019 sampai dengan berakhirnya masa persidangan nanti. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa meridhoi perjuangan kita semua.

Sebagai penutup kembali saya akan menyampaikan dua buah bait pantun :

Sungguh indah bulan purnama,
Menyinari bumi dengan penuh cahaya.
Kami mengajak kepada semua anak bangsa,
Mari utamakan keselamatan dan kemajuan negara.

Kalau tuan pergi ke Dumai,
Jangan lupa membeli tiram.
Pemilu kita telah selesai,
Jangan lagi memprovokasi agar
​Indonesia maju aman dan tentram.

Sekian Terima kasih.
Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

KETUA
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT
REPUBLIK INDONESIA,

Ttd.

H. BAMBANG SOESATYO, S.E.,M.B.A

Facebook Comments