Rudy Masud Apresiasi Tugas Polisi dalam Penyekatan Mudik Lebaran

Rudy Masud Apresiasi Tugas Polisi dalam Penyekatan Mudik Lebaran

BERBAGI

JAKARTA — Penyekatan dan pengetatan arus mudik Lebaran tahun 2021 yang dilakukan oleh Kepolisian Republik Indonesia dinilai cukup baik meskipun jebol di beberapa titik oleh pemudik motor. Tugas dan pengabdian jajaran Bhayangkara tersebut patut diapresiasi dengan sejumlah catatan.

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Golkar Rudy Masud mengatakan, tugas polisi dalam rangka penertiban dan penegakan aturan protokol kesehatan selama mudik Lebaran tersebut harus mendapat poin karena cukup efektif bisa membendung arus mudik yang membludak dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini.

“Meskipun cukup berat tugas Pak Polisi saat mudik Lebaran kali ini, tapi kita patut apresiasi dan acungi jempol karena sudah semaksimal mungkin melakukan tugas penyekatan. Sehingga, kekuatiran kita bahwa arus pemudik tak terbendung, tidak terjadi,” papar Rudy Masud kepada media usai Sidang Paripurna DPR RI, Kamis siang ini.

Diakui oleh politisi muda Partai Golkar asal Kalimantan Timur ini, bahwa Polisi sudah berusaha sekuat tenaga menahan laju pemudik khususnya pengendara motor namun tetap jebol juga pertahanan penyekatan dan pengetatan seperti di jalur pantura Karawarang beberapa hari menjelang Idul Fitri.

“Ya, manusiawi. Polisi sudah semaksimal mungkin menahan laju pemudik, tapi karena situasi dan kondisi di lapangan yang sangat crowded, maka terjadilah pelonggaran di sejumlah titik,” imbuh Harum, sapaan akrab Rudy Masud.

Esensinya, sebut Harum, adalah bagaimana pemerintah sudah berusaha keras untuk menghindari terjadinya kerumunan massa secara massal saat mudik Lebaran tahun ini dengan adanya aturan penyekatan dan pengetatan area.

Polisi dan jajaran lain yang menjalankan tugas di lapangan tak urung mengalami kesulitan. Hal itu patut menjadi catatan, khususnya koordinasi dengan pemerintah daerah sehingga kasus-kasus titik penyekatan jebol oleh pemudik tidak terulang.

“Kalau sampai arus mudik Lebaran tahun ini tidak diatur ketat, kita kuatirkan terjadi tsunami covid di daerah-daerah seperti terjadi di India. Bahaya ini, jangan sampai kerja keras pemerintah untuk pulih dari pandemi jadi gatot alias gagal total. Kita dukung langkah itu demi kemaslahatan. Kita akan maju dan pulih jika semua sesuai aturan. Bravo Polri!” pungkas Rudy Masud. (Agung)

Facebook Comments