Sarmuji Puji Kepemimpinan Pramono Anung, Sebut Tenang Namun Penuh Kekuatan

 Sarmuji Puji Kepemimpinan Pramono Anung, Sebut Tenang Namun Penuh Kekuatan

Muhammad Sarmuji dan Zaky Iskandar usai buka puasa Golkar DKI Jakarta (foto: Habibie)

JAKARTA – Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Muhammad Sarmuji memuji gaya kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang dinilainya bersahaja dan tenang, namun memiliki kekuatan besar dalam memimpin ibu kota.

Menurut Sarmuji, Pramono merupakan sosok pemimpin yang terlihat kalem di permukaan, tetapi memiliki pengaruh politik dan kekuatan pribadi yang tidak mudah ditebak.

“Mas Pram ini orangnya tenang. Tapi diam-diam menghanyutkan. Jadi agak hati-hati sama Mas Pram ini. Kekuatan politiknya itu tidak bisa diterka. Kekuatan pribadinya juga begitu. Tenang tetapi menyimpan kekuatan yang sangat besar,” kata  Sarmuji memuji Mas Pram di acara buka puasa bersama di kantor DPD Partai Golkar, Jakarta Pusat pada Sabtu (7/3/2026).

Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI itu juga menilai suasana Jakarta menjadi lebih tenang sejak Pramono memimpin pemerintahan daerah.

“Sejak Mas Pramono Anung ini memimpin DKI, suasana Jakarta itu jauh lebih tenang dibandingkan sebelum-sebelumnya,” kata Sarmuji.

Dalam sambutannya, Sarmuji juga mengenang hubungan politiknya dengan Pramono ketika keduanya berada dalam satu daerah pemilihan pada masa lalu.

Ia mengungkapkan bahwa saat itu Pramono merupakan salah satu figur politik yang sangat kuat di daerah pemilihan tersebut, sehingga membuat persaingan politik menjadi sangat ketat.

“Dulu Mas Pramono Anung satu dapil dengan saya. Waktu itu Golkar hanya mendapatkan satu kursi di dapil saya. Tapi karena Mas Pramono kemudian tidak mencalonkan diri lagi dan saya terus maju, akhirnya Golkar bisa menambah satu kursi,” ujarnya.

Menurutnya, jika saat itu Pramono tetap mencalonkan diri, peluang Golkar untuk menambah kursi kemungkinan akan jauh lebih sulit.

“Beliau ini sangat kuat dalam pemilihan. Kalau masih ada Mas Pramono Anung, rasanya susah sekali Golkar untuk bisa mendapatkan satu tambahan kursi,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Sarmuji juga menyinggung sejumlah tokoh Golkar di Jakarta yang hadir dalam acara tersebut, termasuk Ketua DPD Golkar DKI Jakarta Ahmed Zaki Iskandar serta Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin.

Ia menilai keberadaan kantor DPD Golkar DKI Jakarta harus dimanfaatkan secara maksimal sebagai pusat kegiatan masyarakat.

Menurutnya, kantor partai tidak seharusnya hanya menjadi tempat aktivitas internal partai, tetapi juga harus menjadi ruang interaksi antara partai dan masyarakat.

“Saya ingin kantor DPD Golkar ini tidak pernah sepi dari masyarakat. Harus ada kegiatan seperti sosialisasi UMKM, Ramadan festival, dan berbagai aktivitas lain supaya rakyat datang ke kantor DPD dan berinteraksi langsung dengan pengurus,” ujarnya.

Sarmuji juga menyampaikan rasa bangganya karena kantor DPD Golkar DKI Jakarta mulai berfungsi sebagai ruang terbuka bagi masyarakat.

Ia berharap kantor partai dapat benar-benar menjadi “rumah rakyat”, tempat masyarakat datang tanpa merasa berjarak dengan para pengurus partai.

“Pada kesempatan ini saya ikut senang dan bangga karena kantor DPD Golkar DKI Jakarta sudah mulai menjadi rumah rakyat. Tempat di mana masyarakat datang tanpa beban dan bisa berinteraksi dengan pengurus,” katanya.

Lebih lanjut, Sarmuji mengibaratkan peran pemimpin seperti tongkat yang menentukan arah bayangan rakyatnya. Ia mengutip pepatah Arab untuk menggambarkan pentingnya keteladanan seorang pemimpin.

“Pemimpin atau orang tua diibaratkan dengan tongkat, sementara rakyat atau anak diibaratkan dengan bayangan. Bagaimana bayangan bisa lurus kalau tongkatnya saja bengkok,” ujarnya.

Menurutnya, kepemimpinan Pramono di Jakarta dapat diibaratkan sebagai “tongkat yang lurus”, sehingga masyarakat dapat mengikuti arah kepemimpinannya dengan baik.

“Kebetulan tongkat atau pemimpin DKI Jakarta ini tongkat yang lurus. Jadi rakyatnya juga relatif lurus. Kalau tongkatnya tenang, tidak berombak, insyaallah bayangannya juga tenang,” kata Sarmuji.

Ia menambahkan bahwa kehadiran pemimpin dengan karakter tenang seperti Pramono sangat dibutuhkan oleh Jakarta yang memiliki dinamika sosial dan politik yang tinggi.

“Karena itu kehadiran pemimpin seperti Mas Pram ini betul-betul sangat dibutuhkan dengan kondisi Jakarta yang sangat dinamis,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Sarmuji juga mengajak seluruh pihak untuk mendoakan para pemimpin bangsa agar selalu mendapatkan bimbingan dan kekuatan dalam menjalankan amanah.

“Kita doakan seluruh pemimpin kita mudah-mudahan mendapatkan rahmat, hidayah, dan kekuatan dari Allah SWT supaya bisa menuntun rakyatnya menuju jalan yang lebih baik,” pungkas Muhammad Sarmuji.

Facebook Comments Box