Sembunyi Shabu di Celana Dalam, Dua Penumpang Pesawat Diamankan Petugas

 Sembunyi Shabu di Celana Dalam, Dua Penumpang Pesawat Diamankan Petugas

Dua orang WNI penyelundup narkoba diamankan. (Foto : Redaksikota)

SIDOARJO, LintasParlemen.com – Dua orang penumpang pesawat Air Asia, nomor penerbangan XT 325 tujuan dari Kuala Lumpur Malaysia ke Surabaya berhasil diamankan oleh Customs Narcotics Team (CNT) KPPBC Tipe Madya Pabean Juanda Kanwil DJBC Jawa Timur I, pada Kamis, 2 Februari 2016 lalu, di Terminal 2 Kedatangan Internasional Bandar Udara Juanda.

Dua orang penumpang pesawat berjenis kelamin perempuan itu berinisal DS (38,) warga Singkawang Jawa Barat membawa sabu seberat 790 gram, dan SAS (34), warga Jakarta kedapatan membawa sabu seberat 805 gram. Narkotika jenis Methamphetamine (shabu) seberat 1.595 gram itu disembunyikan di masing-masing celana dalam yang digunakan pelaku.

“Modus yang digunakan oleh kedua pelaku yaitu dengan menyelipkan barang haram tersebut dengan cara Striping atau dililitkan menempel di bagian selangkangan kaki kemudian ditutupi dengan celana dalam,” kata Kepala KPPBC Pabean Juanda, Iwan Hermawan, Kamis (11/2/2016).

Dari hasil pemeriksaan fisik, barang bawaan terhadap penumpang berinisial DS dan SAS yang membawa masing-masing satu buah koper dan satu buah tas wanita. Namun, tidak ditemukan barang yang mencurigakan. Setelah petugas melakukan pemeriksaan melalui body search (pemeriksaan badan), petugas kemudian menemukan masing-masing satu buah bungkusan plastik yang diduga kuat berisi shabu.

Kasus tersebut beserta barang buktinya kemudian diserahkan ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Jatim. Penggagalan penyelundupan shabu tersebut merupakan kerja sama yang terkoordinasi antara Direktorat Jenderal Bea dan Cukai CNT KPPBC Tipe Madya Pabean Juanda Kanwil DJBC Jawa Timur I, BNN Jawa Timur, Direktorat Reserse Narkoba Polda Jatim, Imigrasi Bandara Juanda serta Pomal Lanudal Juanda.

“Sementara itu kedua pelaku akan kami jerat pasal 113 ayat 1 dan ayat 2 UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara atau denda sebanyak Rp.10 miliar,” pungkasnya. (Redaksikota)

Digiqole ad

Berita Terkait