Syaiful Bahri Anshori: Saya Jadi Heran Sejak Kapan KPK Menjadi Pengamat

Syaiful Bahri Anshori: Saya Jadi Heran Sejak Kapan KPK Menjadi Pengamat

BERBAGI
Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB Syaiful Bahri Anshori (foto pribadi)

JEMBER – Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB Syaiful Bahri Anshori asal Daerah Pemilihan (Dapil)Jatim IV yang meliuti Jember, lumajang, Jember ikut angkat suara terkait komentar Ketua KPK Firli Bahuri yang dikeluarkan beberapa hari yang lalu ke media. Syaiful mengingatkan KPK jangan sebagai pengamat.

Di mana KPK menyebutkan bahwa ada indikasi kuat uang untuk penanganan pandemi covid, disalahguakan untuk kepentingan pilkada terutama di daerah Jatim dengan menyebut kabupaten Jember sebagai contoh.

Alasan KPK di Jember memiliki anggaran terlalu besar untuk menangani kasus Covid-19. Sementara kasus Covid-19 sangat kecil. Mengimgat Jember ada pilkada yang diikuti incumbent sehingga Firli menyimpulkan kepala daerah yang terindikasi menyalah gunakan anggaran.

“Saya jadi heran sejak kapan KPK menjadi semacam pengamat, kalau memang ada kepala daerah yang menyalah gunakan anggaran covid untuk kepentangan pilkada misalkan yaa tangkap aja, apa lagi misal punya dua alat bukti?,” kata Syaiful pada Bela Rakyat, Kamis (10/9/2020).

“Sudah cukup KPK untuk menangkap seorang calon koruptor tersebut, janganlah KPK menjadi semacam pengamat, KPK itu menurut saya salah satunya penindakan dan pencegahan untuk pengamatan. Kalau KPK hanya mengamati wah kasihan masyarakat, saya hawatir kalau KPK berlagak seperti pengamat sedangkan masyarakat mengharapkan ketegasan terhadap para koruptor, lama masyarakat bertindak atas tafsir dan hukumnya sendiri,” jelas Syaiful.

Sebelumnya Firli juga menyebutkan ada alokasi dana COVID-19 di Jember yang cukup besar hingga mencapai Rp 570 miliar. Dan KPK pun mencium kecurigaan di sana. Dicurigai dana tersebut untuk kepentingan Pilkada.

Karena KPK lembaga yang diharapkan memberantas korupsi di negeri ini tidak proporsional dan tidak profesional, lembaga KPK diharapkan oleh masyarakat untuk selalu bersikap tegas dan tidak permissive kepada para pencuri uang negera/ atau rakyat untuk itu kehadiran KPK menjadi salah satu harapan msyarakat agar korupsi di Indonesia ini bisa berkurang. Kalau KPK hanya berwacana saya hawatir masyarakat akan sangat kecewa,” tegas Syaiful yang juga mantan Ketua Umum PMII ini. (HMS)

Facebook Comments